kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.003.000   87.000   2,98%
  • USD/IDR 16.734   -57,00   -0,34%
  • IDX 8.321   -659,67   -7,35%
  • KOMPAS100 1.149   -90,86   -7,33%
  • LQ45 813   -63,58   -7,26%
  • ISSI 305   -25,64   -7,75%
  • IDX30 418   -26,36   -5,93%
  • IDXHIDIV20 493   -25,93   -4,99%
  • IDX80 127   -10,53   -7,65%
  • IDXV30 138   -5,68   -3,95%
  • IDXQ30 134   -8,31   -5,83%

Won Terus Melemah, Ini Kata Menkeu dan Gubernur Bank Sentral Korea Selatan


Senin, 05 Januari 2026 / 13:14 WIB
Won Terus Melemah, Ini Kata Menkeu dan Gubernur Bank Sentral Korea Selatan
ILUSTRASI. Nilai tukar won kembali melemah terhadap dolar AS pada hari ini (5/1/2026) dan menjadi hari keempat secara berturut-turut


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Para pembuat kebijakan ekonomi utama Korea Selatan berjanji untuk berupaya menstabilkan pasar mata uang. Hal ini terjadi karena nilai tukar won terus melemah dan bertentangan dengan fundamental ekonomi.

"Kami akan memantau dengan cermat pasar keuangan dan valuta asing dan berupaya untuk menyelesaikan ketidakseimbangan struktural permintaan-penawaran di pasar valuta asing," kata Menteri Keuangan Koo Yun-cheol dalam pidato yang disiapkan untuk acara Tahun Baru pada Senin (5/1/2026).

Won Korea Selatan melemah 0,3% menjadi 1.448,6 per dolar AS pada hari ini, memperpanjang penurunan untuk sesi keempat berturut-turut. Ini terjadi setelah rebound tajam pada akhir Desember dari titik terendah delapan bulan karena upaya kebijakan untuk membalikkan tren tersebut.

Baca Juga: Beli Minyak Rusia, Trump Ancam Kerek Tarif India

Koo menambahkan, pemerintah akan menyiapkan insentif pajak untuk investasi jangka panjang di saham domestik.

Pada acara yang diselenggarakan untuk sektor keuangan, Gubernur Bank Sentral Korea, Rhee Chang-yong, mengatakan bank sentral dan pemerintah, serta lembaga terkait, harus bekerja sama untuk mengatasi tren depresiasi won baru-baru ini yang tidak selaras dengan fundamental ekonomi.

Ke depannya, Rhee mengatakan kebijakan moneter akan dijalankan dengan lebih hati-hati karena akan ada pertimbangan yang lebih besar dalam menilai pertumbuhan, inflasi, dan stabilitas keuangan. 

Selanjutnya: Pasokan Minyak Venezuela Diproyeksi Naik Beberapa Tahun Mendatang, Harga Tertekan

Menarik Dibaca: Promo HokBen Spesial Musim Hujan, Beli Hoka Ramen Gratis Bubur Hangat Khas Jepang




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×