Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Para pembuat kebijakan ekonomi utama Korea Selatan berjanji untuk berupaya menstabilkan pasar mata uang. Hal ini terjadi karena nilai tukar won terus melemah dan bertentangan dengan fundamental ekonomi.
"Kami akan memantau dengan cermat pasar keuangan dan valuta asing dan berupaya untuk menyelesaikan ketidakseimbangan struktural permintaan-penawaran di pasar valuta asing," kata Menteri Keuangan Koo Yun-cheol dalam pidato yang disiapkan untuk acara Tahun Baru pada Senin (5/1/2026).
Won Korea Selatan melemah 0,3% menjadi 1.448,6 per dolar AS pada hari ini, memperpanjang penurunan untuk sesi keempat berturut-turut. Ini terjadi setelah rebound tajam pada akhir Desember dari titik terendah delapan bulan karena upaya kebijakan untuk membalikkan tren tersebut.
Baca Juga: Beli Minyak Rusia, Trump Ancam Kerek Tarif India
Koo menambahkan, pemerintah akan menyiapkan insentif pajak untuk investasi jangka panjang di saham domestik.
Pada acara yang diselenggarakan untuk sektor keuangan, Gubernur Bank Sentral Korea, Rhee Chang-yong, mengatakan bank sentral dan pemerintah, serta lembaga terkait, harus bekerja sama untuk mengatasi tren depresiasi won baru-baru ini yang tidak selaras dengan fundamental ekonomi.
Ke depannya, Rhee mengatakan kebijakan moneter akan dijalankan dengan lebih hati-hati karena akan ada pertimbangan yang lebih besar dalam menilai pertumbuhan, inflasi, dan stabilitas keuangan.













