Sumber: World Gold Council | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Bank sentral di berbagai negara kembali membukukan pembelian bersih emas pada Juli 2026. Berdasarkan data World Gold Council (WGC), pembelian bersih emas oleh bank sentral mencapai 23 ton pada bulan tersebut, memperpanjang tren akumulasi emas oleh otoritas moneter.
Negara-negara emerging market menjadi penggerak utama pembelian pada Juli. Bank sentral China memimpin dengan pembelian 20 ton, disusul National Bank of Poland yang menambah 8 ton.
Sebaliknya, Rusia menjadi penjual bersih terbesar dengan melepas 6 ton emas. Sementara Turki, Yordania, dan Uzbekistan masing-masing menjual 1 ton.
Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan hingga akhir Juli, pembelian emas yang dilaporkan bank sentral mencapai sekitar 130 ton. “Bandingkan dengan sekitar 160 ton yang dibeli pada periode yang sama tahun sebelumnya,” tulis Marissa Salim, Senior Research Lead, APAC, WGC, dikutip Jumat (4/9/2026).
Polandia menjadi negara dengan akumulasi emas terbesar sepanjang tahun ini. National Bank of Poland membeli 8 ton pada Juli, sehingga total pembeliannya sepanjang 2026 mencapai 90 ton.
Dengan tambahan tersebut, kepemilikan emas Polandia mencapai 640 ton, mendekati target 700 ton. Emas kini mencakup sekitar 28% dari total cadangan negara tersebut.
Baca Juga: Kanada Kehilangan 41.700 Pekerjaan, Tarif Trump 50% Mulai Menghantui
China berada di posisi berikutnya. People's Bank of China (PBoC) menambah 20 ton emas pada Juli, sekaligus mencatat pembelian selama 21 bulan berturut-turut. Sepanjang tahun ini, China telah menambah 60 ton emas.
Dengan akumulasi tersebut, cadangan emas resmi China mencapai sekitar 2.366 ton atau sekitar 8% dari total cadangan. Jumlah itu menempatkan China sebagai pemegang emas terbesar keenam yang dilaporkan secara global.
Kazakhstan, Malaysia, dan Bolivia masing-masing menambah 1 ton emas pada Juli. Kazakhstan telah mengakumulasi 29 ton sepanjang tahun ini dan menjadi salah satu dari lima negara dengan akumulasi emas terbesar secara global. Kepemilikan emas Kazakhstan mencapai 75% dari total cadangannya.
Malaysia dan Bolivia relatif baru masuk ke pasar emas. Sepanjang tahun ini, kepemilikan emas keduanya masing-masing bertambah 6 ton dan 2 ton.
Di sisi lain, Rusia kembali menjadi penjual bersih emas pada Juli dengan melepas 6 ton. Dengan penjualan tersebut, Rusia telah menjual 50 ton emas sepanjang tahun ini dan total kepemilikannya turun menjadi 2.277 ton.
Baca Juga: Produsen Otomotif AS Desak Larangan Mobil China
Turki juga mencatat penjualan 1 ton pada Juli. Secara kumulatif, penjualan emas Turki sepanjang tahun ini mencapai 85 ton.
Selain aktivitas jual beli emas, sejumlah bank sentral juga mengambil langkah yang menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap emas sebagai bagian dari pengelolaan cadangan. Bank of Korea, misalnya, mengumumkan alokasi emas resmi setelah 13 tahun.
Alokasi tersebut dilakukan melalui exchange-traded fund (ETF) berbasis emas dengan nilai sekitar US$ 250 juta atau setara sekitar 2 ton. Bank of Korea juga mengumumkan rencana membeli emas yang dimurnikan di dalam negeri untuk mendiversifikasi cadangan serta melakukan lindung nilai terhadap risiko inflasi dan geopolitik.














