Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Xiaomi resmi membuka pemesanan awal (pre-order) untuk versi terbaru sedan listrik andalannya, SU7, pada Rabu (7/1/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mendongkrak kembali popularitas mobil listrik terlaris Xiaomi tersebut di tengah persaingan ketat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di China.
Peluncuran pre-order SU7 generasi terbaru ini dilakukan di saat Xiaomi menghadapi peningkatan kritik publik terkait standar keselamatan, menyusul sejumlah insiden kecelakaan yang melibatkan kendaraan listrik.
Sorotan serupa juga dialami produsen EV lainnya, termasuk Tesla dan BYD, yang dalam beberapa waktu terakhir tersandung isu kecelakaan dan penarikan kembali (recall) kendaraan.
Spesifikasi SU7 Terbaru: Jarak Tempuh Hingga 902 Km
CEO Xiaomi, Lei Jun, menyampaikan melalui unggahan di media sosial Weibo bahwa SU7 generasi terbaru dijadwalkan mulai dipasarkan pada April mendatang.
Mobil ini akan dibekali lidar remote sensing sebagai fitur standar, sebuah teknologi penting untuk mendukung sistem bantuan pengemudi dan keselamatan berkendara.
Baca Juga: Presiden Korsel Lee Jae Myung Berswafoto dengan Xi Jinping Menggunakan Ponsel Xiaomi
Selain itu, jarak tempuh SU7 terbaru diklaim mencapai 902 kilometer, meningkat signifikan dibandingkan versi sebelumnya. Peningkatan ini menjadi salah satu nilai jual utama Xiaomi untuk bersaing di segmen sedan listrik menengah-premium.
Harga Naik, Namun Tetap Lebih Murah dari Tesla Model 3
Xiaomi menetapkan harga pre-sale SU7 terbaru mulai dari 229.900 yuan atau sekitar US$ 32.892. Harga ini naik sekitar 6,5% dibandingkan versi perdana yang diluncurkan pada Maret 2024. Meski demikian, banderol tersebut masih 2,4% lebih murah dibandingkan Tesla Model 3, yang menjadi pesaing utama di pasar China.
Berbeda dengan kampanye pemasaran sebelumnya yang menonjolkan performa dan kecepatan, Xiaomi kali ini lebih menekankan aspek keselamatan kendaraan.
“Keselamatan adalah dasar dan prasyarat,” tulis Lei Jun dalam pernyataannya.
Penjualan SU7 Mulai Melambat Sejak Agustus
Hingga saat ini, penjualan SU7 versi sebelumnya dengan jarak tempuh maksimum 830 km telah melampaui 360.000 unit, atau rata-rata sekitar 17.000 unit per bulan. Namun, tren penjualan SU7 dilaporkan mulai menurun sejak Agustus.
Baca Juga: Xiaomi Ubah Strategi Bisnis Smartphone, Kurangi Jumlah Model Baru yang Dirilis
Bahkan, pada September dan November, penjualan SU7 di China kalah dari Tesla Model 3, menandakan meningkatnya tekanan kompetisi di segmen sedan listrik.
Target Penjualan EV Xiaomi 550.000 Unit Tahun Ini
Selain SU7, Xiaomi juga memasarkan SUV listrik YU7. Secara keseluruhan, perusahaan menargetkan penjualan 550.000 kendaraan listrik sepanjang tahun ini, setelah mencatatkan penjualan lebih dari 410.000 unit pada 2025.
Xiaomi selama ini dikenal sukses membangun basis penggemar fanatik, baik di bisnis smartphone maupun EV, dengan Lei Jun sebagai figur sentral yang dipandang sebagai salah satu pengusaha paling sukses di China.
Kritik Publik dan Isu Keselamatan Membayangi
Namun, reputasi Xiaomi mulai mendapat tekanan setelah dua kecelakaan fatal yang melibatkan kendaraan listrik Xiaomi pada tahun lalu. Otoritas setempat menyatakan bahwa investigasi terhadap insiden tersebut masih berlangsung.
Lei Jun mengatakan Xiaomi akan menanggapi kekhawatiran publik, tetapi juga menuding adanya upaya pencemaran nama baik oleh pihak tertentu di dunia maya.
Baca Juga: Pendiri Xiaomi Lei Jun Beli Saham Perusahaan Senilai US$ 12,9 Juta
Pada Sabtu lalu, Lei Jun bahkan menggelar siaran langsung (livestream) dengan membongkar SUV YU7 untuk menunjukkan kualitas rancang bangun kendaraan. Alih-alih meredam kritik, aksi tersebut justru memicu kontroversi baru, dengan sejumlah penonton mempertanyakan klaim Xiaomi terkait kualitas produknya.
Permintaan Maaf Kepala Komunikasi Baru
Pada Senin (6/1), Kepala Komunikasi Xiaomi yang baru, Xu Jieyun, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas apa yang disebutnya sebagai kesalahan strategi hubungan masyarakat. I
a tidak merinci kesalahan tersebut, namun sebelumnya seorang blogger China yang dikenal sebagai pengkritik keras Xiaomi mengklaim bahwa perusahaan sempat menawarkan kontrak kerja sama kepadanya.
Hingga berita ini diturunkan, Xiaomi belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari Reuters terkait kritik publik yang diarahkan kepada perusahaan.













