: WIB    —   
indikator  I  

Arus modal ke emerging market bisa US$ 1 triliun

Arus modal ke emerging market bisa US$ 1 triliun

NEW YORK. Aliran dana yang masuk ke pasar negara berkembang (emerging market) tahun ini diperkirakan naik 35% dari tahun 2016. Jumlah dana investasi asing yang masuk diprediksi mencapai hampir US$ 1 triliun.

Seperti diberitakan Reuters, Rabu (7/6) mengutip laporan Institute of International Finance (IIF), kondisi pasar global kini cenderung lebih stabil. Diperkirakan, dana yang masuk ke pasar negara berkembang tahun ini berjumlah US$ 970 miliar.

Proyeksi baru tersebut lebih tinggi dari prediksi yang dirilis empat bulan sebelumnya yakni senilai US$ 290 miliar. Faktor pendorongnya bersumber dari penurunan signifikan atas risiko konflik perdagangan antara Amerika Serikat (AS), Meksiko dan China.

Direktur Eksekutif IIF, Hung Tran menjelaskan, membaiknya kondisi pasar menyebabkan aliran dana asing kian deras masuk ke pasar negara berkembang.

Ancaman proteksi perdagangan oleh Presiden Donald Trump dan rencana The Fed memperketat kebijakan moneter mulai berkurang. "Pada lima bulan pertama tahun ini, ancaman konflik perdagangan jangka pendek turun secara signifikan. Semua ancaman mulai dari kenaikan tarif, mengabaikan NAFTA jelas tidak terjadi," ujar Tran kepada Reuters.

IIF mengasumsikan, perbaikan yang terjadi secara konsisten itu bisa bertahan hingga tahun 2018. IIF optimistis arus investasi bakal kian deras masuk emerging market sampai tahun 2018.

Bahkan pada tahun depan, jumlah aliran dana yang masuk dipastikan bisa menembus US$ 1 triliun. Tren positif ini, lanjut Tran, terakhir kali terjadi pada tahun 2014. Sebab pasca tahun 2014, arus modal yang masuk emerging market justru mencapai titik terendah selama kurung waktu 12 tahun terakhir.

Kebijakan ketat China

Meski aliran dana diperkirakan bakal terus meningkat, namun IIF mengantisipasi kemungkinan arus dana yang keluar juga bakal naik. Hal ini terjadi jika aliran dana yang keluar berasal dari pemodal dari China.

Hal tersebut disebabkan oleh China yang telah memberlakukan kontrol modal yang ketat untuk menekan investasi keluar negeri. Strategi China tersebut disebut cukup berhasil.

IIF memperkirakan, arus keluar alias capital outflow khususnya di 25 negara emerging market, tahun ini akan berjumlah total US$ 490 miliar, berdasarkan proyeksi IIF yang dirilis Februari 2017 lalu.

Analis Senior IIF, Scott Farnham menambahkan, capital outflow dari China ke negara berkembang mencapai rekor tertinggi di tahun 2016, yakni berjumlah sekitar US$ 725 miliar.

Berdasarkan laporan Xinhua mengutip data State Administration of Foreign Exchange (SAFE), cadangan devisa China per Mei 2017 meningkat US$ 24 miliar dari April, menjadi US$ 3,05 triliun. Sejak medio 2015, China dilanda tekanan capital out flow, yang membuat kekhawatiran kerentanan sistem keuangannya.


Reporter Mona Tobing, Yuwono Triatmodjo
Editor Rizki Caturini

EKONOMI GLOBAL

Feedback   ↑ x
Close [X]