kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.102
  • SUN98,94 0,36%
  • EMAS621.140 0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

China perketat aturan platform pembayaran

Sabtu, 12 Mei 2018 / 08:30 WIB

China perketat aturan platform pembayaran
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Bank Sentral China sedang menggodok aturan bagi platform pembayaran online yang berkembang pesat di China. Aturan ini akan memaksa pelaku usaha pembayaran online untuk menaruh dana pengguna yang menganggur (floating fund) di bisnis platform pembayaran mereka pada sebuah rekening terpusat negara. Langkah ini sebagai cara untuk mengurangi risiko di sektor finansial di tengah bisnis pembayaran elektronik yang tumbuh sangat pesat di negara ini.

Bank Sentral China sebelumnya mengeluarkan kebijakan peningkatan rasio dana cadangan perusahaan pembayaran di sebuah rekening yang diawasi bank sentral. Pada awal tahun ini, rasio  dana cadangan dinaikkan dari 20% menjadi 50%. 

The People's Bank of China juga akan melarang perusahaan pembayaran non bank berinvestasi menggunakan uang yang disimpan pengguna jasa pembayaran mereka. Tingkat cadangan dana akhirnya meningkat pada level 100%. 

Bank sentral merasa perlu mengatur platform pembayaran elektronik ini lantaran industri ini tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan tersebut didukung oleh ekspansi bisnis raksasa teknologi Alibaba Group Holding Ltd dan afiliasinya Ant Financial, serta Tencent Holdings. 

Sumber anonim seperti yang diberitakan Reuters mengatakan, Bank Sentral China saat ini sedang merencanakan uji coba terhadap 26 platform pembayaran yang telah beroperasi di China. Sebagai bagian dari uji coba ini, perusahaan pembayaran elektronik ini akan menyimpan semua dana pengguna yang menganggur dalam satu akun terpusat.

Potensi jumbo

Saat ini rencana tersebut masih dalam tahap diskusi. Sejauh ini belum ada dokumen resmi yang dilansir terkait aturan tersebut. 
Sebagai gambaran, salah satu platform pembayaran terbesar China adalah Alipay milik Ant Finansial, perusahaan yang terafiliasi  Alibaba.

Jasa platform ini  melayani pembayaran tagihan hingga melakukan transfer uang. Saat ini Alipay sudah bisa digunakan di department store kelas atas seperti Harrods di London. 

Kini Alipay telah mendominasi industri pembayaran online China. Pesaing Alipay di pasar domestik China adalah sistem pembayaran Wechat milik Tencent. 

Ant Financial berfokus pada sektor yang menyasar wisatawan China yang jumlahnya sebanyak 120 juta pada tahun lalu. Menurut China Outbound Tourism Research Institute, transaksi wisatawan China mencapai US$ 104,5 miliar sepanjang tahun lalu. 

Douglas Feagin, Senior Vice President of Global Business Ant Financial Services Group mengatakan, pihaknya mendorong pintu yang sudah terbuka. Banyak pebisnis yang ingin menjual produk ke konsumen Ant Financial, mulai dari restoran, toko, hiburan. Ini merupakan sektor kunci dengan potensi besar. "Mereka tahu konsumen kami terbiasa bertransaksi dengan Alipay," ujar Feagin.             


Reporter: Rizki Caturini
Editor: Rizki Caturini

EKONOMI CHINA

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 1.0502 || diagnostic_web = 1.2391

Close [X]
×