kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.895   37,00   0,21%
  • IDX 6.092   -24,87   -0,41%
  • KOMPAS100 795   0,52   0,07%
  • LQ45 599   -0,32   -0,05%
  • ISSI 212   -1,15   -0,54%
  • IDX30 339   -0,22   -0,06%
  • IDXHIDIV20 414   -1,79   -0,43%
  • IDX80 90   0,00   0,00%
  • IDXV30 111   -0,64   -0,57%
  • IDXQ30 108   -0,07   -0,07%

4 Kesalahan dalam Investasi Properti yang Bikin Jatuh Miskin ala Robert Kiyosaki


Jumat, 28 Februari 2025 / 03:55 WIB
ILUSTRASI. Warren Buffett adalah salah satu investor paling sukses sepanjang masa. Investor dapat menggunakan ajarannya untuk meningkatkan portofolionya.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

3. Mempercayai Orang yang Salah (dan Tidak Memverifikasi)

Meskipun Anda memiliki pengalaman di bidang real estat, Kiyosaki mendorong para pendengarnya untuk berunding dengan para ahli di industri ini. Satu hal yang dia tekankan adalah selektiflah dalam melakukannya.

Meskipun Kiyosaki berpendapat bahwa tidak mungkin investor properti dapat mengetahui semua seluk beluk kemungkinan kesepakatan, dia memperingatkan bahwa Anda hanya bisa berhasil jika Anda mendatangkan orang yang tepat untuk membantu Anda. 
Dalam dunia properti, menurut Kiyosaki, ada banyak orang yang ingin mengambil uang dari transaksi Anda. Sebut saja untuk mendapatkan komisi atau keuntungan lain, atau bahkan mengarahkan Anda ke arah yang salah hanya agar mereka dapat memperoleh uang tambahan. 

Kata Kiyosaki, Tidak apa-apa untuk memercayai seorang profesional real estat. Tapi Anda juga harus memverifikasinya, dengan memeriksa pengetahuan, kredensial, dan niat mereka.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Beberkan Perbedaan Gaya Investasi Orang Kaya dan Orang Miskin

4. Berfokus pada 'Beli Rendah, Jual Tinggi' Daripada Arus Kas

Bagi Kiyosaki, investasi properti adalah permainan jangka panjang yang mengutamakan arus kas, bukan keuntungan langsung. 

Kiyosaki membandingkan metode berpikir mengenai real estat ini dengan mereka yang mencari uang cepat dengan menjual properti atau terus-menerus membeli dan menjual. 

Dia menunjukkan bahwa semua transaksi ini memerlukan modal dan disertai biaya serta potensi pajak, sedangkan mengumpulkan pendapatan pasif dan menggunakannya untuk melunasi properti Anda adalah cara yang lebih mudah, sederhana, dan aman untuk menghasilkan kekayaan dari properti.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×