kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.750   -39,00   -0,22%
  • IDX 6.147   -73,31   -1,18%
  • KOMPAS100 815   -10,03   -1,22%
  • LQ45 616   -9,72   -1,56%
  • ISSI 210   -2,62   -1,24%
  • IDX30 348   -6,55   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -10,16   -2,33%
  • IDX80 93   -1,27   -1,36%
  • IDXV30 114   -1,55   -1,34%
  • IDXQ30 111   -2,90   -2,54%

5 Temuan baru WHO soal varian Omicron yang mencemaskan dunia


Senin, 29 November 2021 / 07:55 WIB
ILUSTRASI. Varian baru Covid-19 omicron memiliki beberapa mutasi yang mungkin berdampak pada perilakunya. REUTERS/Pavel Mikheyev


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sebelumnya, para ilmuwan telah memperingatkan, varian Covid-19 baru dengan "jumlah mutasi yang sangat tinggi" diyakini sebagai jenis virus yang paling berevolusi dan dapat lolos dari vaksin yang ada.

Mengutip mirror.co.uk, varian B.1.1.529, cabang dari varian lama yang disebut B.1.1, memiliki 32 mutasi spike pada protein spike dan telah ditemukan di Botswana (tempat yang diyakini pertama kali muncul), serta Afrika Selatan dan Hong Kong.

Baca Juga: Apakah varian omicron yang lebih menular sudah masuk Indonesia? Ini kata Menkes

Tingginya jumlah mutasi pada varian baru telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas ilmiah, karena sejumlah mutasi dapat membantu virus menghindari kekebalan.

Dr Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College yang menuliskan tweet tentang penemuan itu, menggambarkan kombinasi mutasi varian itu sebagai "mengerikan".

Menggambarkan profil mutasi galur baru sebagai "benar-benar mengerikan". Ia menambahkan bahwa varian itu berpotensi menjadi "lebih buruk daripada hampir semua hal lainnya", termasuk galur Delta yang sekarang dominan, yang memiliki 16 mutasi.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×