kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   -14.000   -0,47%
  • USD/IDR 16.851   -2,00   -0,01%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Harga Minyak Bergerak Stabil Jelang Perundingan AS-Iran di Jenewa


Senin, 16 Februari 2026 / 11:29 WIB
Harga Minyak Bergerak Stabil Jelang Perundingan AS-Iran di Jenewa
ILUSTRASI. Pompa minyak pemerintah Suriah di kota Rmelan (REUTERS/Orhan Qereman)


Sumber: Bloomberg | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak dunia relatif stabil pada awal pekan ini, di tengah kehati-hatian pelaku pasar yang memantau risiko geopolitik menjelang rencana dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran pada Selasa mendatang di Jenewa.

Minyak Brent diperdagangkan mendekati US$ 68 per barel, setelah mencatat penurunan dua pekan berturut-turut untuk pertama kalinya tahun ini. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$ 63 per barel. 

Presiden AS, Donald Trump, pada Jumat lalu menyatakan pergantian rezim akan menjadi hasil terbaik bagi Iran, meningkatkan tekanan menjelang negosiasi yang akan digelar di Geneva.

Baca Juga: Ekonomi Thailand Tumbuh 2,5% di Kuartal IV-2025, Melampaui Proyeksi

Sepanjang tahun ini, harga minyak telah menguat sekitar 10% seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran serta potensi gangguan pasokan dari kawasan yang memproduksi sekitar sepertiga minyak mentah dunia. 

Namun, sebagian kenaikan tersebut terpangkas setelah risiko serangan dalam waktu dekat mereda dan Badan Energi Internasional memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini.

“Meski faktor geopolitik menopang harga dalam jangka pendek, pasokan akan kembali menjadi pendorong utama pergerakan minyak dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Robert Rennie, Head of Commodity and Carbon Research di Westpac Banking Corp. Ia memperkirakan harga Brent berpotensi turun kembali ke level awal US$ 60-an pada paruh pertama tahun ini seiring meningkatnya produksi global.

Di sisi lain, perundingan yang dipimpin AS untuk mengakhiri perang di Ukraina juga dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Selasa. Namun, peluang tercapainya kesepakatan cepat yang dapat membuka kembali pasokan minyak Rusia dinilai masih tipis. 

Serangan drone di pesisir Laut Hitam pada akhir pekan dilaporkan merusak infrastruktur di pelabuhan Taman serta sejumlah tangki bahan bakar.

Sementara itu, beberapa anggota OPEC+ menilai ada ruang untuk kembali meningkatkan produksi mulai April, dengan anggapan kekhawatiran akan kelebihan pasokan terlalu dibesar-besarkan. 

Baca Juga: Ketegangan Taiwan vs China: Siapa Sebenarnya Pemilik Kedaulatan Sah?

Meski demikian, kelompok tersebut belum mengambil keputusan resmi menjelang pertemuan pada 1 Maret mendatang. Seorang delegasi menyebutkan, keputusan akhir kemungkinan akan sangat bergantung pada langkah Presiden Trump terhadap Iran apakah melancarkan serangan militer atau justru mencapai kesepakatan nuklir dengan negara anggota OPEC tersebut.

Dengan kombinasi ketidakpastian geopolitik dan potensi lonjakan produksi, pasar minyak global diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.

Selanjutnya: Intip Rekomendasi Saham Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) yang Ekspansif

Menarik Dibaca: HP Android 1 Jutaan Baterai 6000 mAh: Nggak Takut Pemadaman Listrik Lagi!




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×