kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Ada 2.600 kasus baru virus corona, China ancam warga yang tak mau karantina


Sabtu, 15 Februari 2020 / 11:42 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona. REUTERS/Aly Song


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

China sendiri sedang berjuang untuk bangkit setelah liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang 10 hari untuk membantu mengendalikan virus.

Surat kabar resmi Beijing Daily mengatakan orang-orang yang tidak mematuhi perintah pemerintah untuk mengkarantina diri mereka kembali dari liburan akan dihukum. Akan tetapi, tidak jelas bagaimana hal itu akan diberlakukan atau apakah pembatasan akan diberlakukan juga untuk orang asing yang datang dari luar negeri.

Baca Juga: Antisipasi virus corona, Gereja Katholik Singapura tangguhkan misa umum

"Mulai sekarang, semua orang yang telah kembali ke Beijing harus tinggal di rumah atau melakukan pengamatan kelompok selama 14 hari setelah tiba," kata kelompok kerja pencegahan virus Beijing dalam pemberitahuan yang dikutip oleh Beijing Daily.

"Mereka yang menolak untuk menerima karantina di rumah dan tindakan pencegahan dan pengendalian lainnya akan dimintai pertanggungjawaban di bawah hukum," katanya.




TERBARU

[X]
×