Ada lagi! Bukan hitam atau putih, jamur kuning yang lebih fatal intai pasien Covid-19

Selasa, 25 Mei 2021 | 08:17 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Ada lagi! Bukan hitam atau putih, jamur kuning yang lebih fatal intai pasien Covid-19

ILUSTRASI. Di tengah meningkatnya kasus infeksi jamur hitam dan jamur putih di India, ditemukan lagi kasus pertama jamur kuning. REUTERS/Francis Mascarenhas


KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Di tengah meningkatnya kasus infeksi jamur hitam dan jamur putih di India, ditemukan lagi kasus pertama jamur kuning dari Ghaziabad di Uttar Pradesh. Diketahui bahwa jamur kuning berbahaya daripada jamur hitam dan jamur putih.

Melansir DNA India, pasien jamur kuning saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit ahli bedah THT terkemuka Brij Pal Tyagi.

Gejala Jamur Kuning

Adapun gejala jamur kuning adalah lesu, nafsu makan rendah, atau tidak nafsu makan sama sekali dan berat badan turun.

Dalam kasus yang serius, jamur kuning juga dapat menyebabkan kebocoran nanah dan memperlambat penyembuhan luka terbuka dan memperlambat penyembuhan semua luka, malnutrisi dan kegagalan organ, serta mata cekung.

Baca Juga: Pasca jamur hitam, kini dokter peringatkan soal serangan jamur putih ke pasien corona

Jamur kuning adalah penyakit yang fatal karena bermula secara internal atau dari dalam tubuh. Oleh karena itu, penting bagi penderitanya untuk mencari perawatan medis segera setelah mengalami gejala apa pun.

Satu-satunya pengobatan untuk jamur kuning adalah suntikan Amfoterisin B, yang merupakan obat antijamur spektrum luas.

Penyebab jamur kuning

Infeksi jamur kuning terutama disebabkan oleh kebersihan yang buruk. Sangat penting untuk membersihkan kandang di sekitar rumah dan menjaganya sebersih mungkin. Buang makanan lama dan feses sesegera mungkin untuk membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Baca Juga: Jamur hitam serang pasien Covid-19: Kenali gejala, penyebab, dan cara mengobatinya

Kelembaban rumah juga penting diperhatikan sehingga harus selalu diukur. Pasalnya, kelembapan yang terlalu tinggi dapat mendorong pertumbuhan bakteri dan jamur. 

Tingkat kelembapan yang benar adalah 30% hingga 40%. Akan lebih mudah menangani kelembapan dengan tingkat rendah daripada terlalu banyak kelembapan.

 

Selanjutnya: Kasus positif Covid-19 mulai turun, New Delhi berencana longgarkan pembatasan sosial

 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru