Air India Bakal Beli Pesawat Airbus dan Boeing Senilai US$ 50 Miliar

Sabtu, 19 November 2022 | 20:43 WIB   Reporter: Diki Mardiansyah
Air India Bakal Beli Pesawat Airbus dan Boeing Senilai US$ 50 Miliar

ILUSTRASI. Tingkatkan Pangsa Pasar, Air India Bakal Beli Pesawat Airbus dan Boeing Senilai US$ 50 Miliar. REUTERS/Regis Duvignau/File Photo


KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Maskapai penerbangan milik pemerintah India, Air India, sedang tahap pembicaraan dengan Boeing dan Airbus ihwal pemesanan pesawat baru. Kepala eksekutif maskapai Campbell Wilson mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan mendesaknya saat ini, sementara Air India menyewa pesawat dan memperbaiki pesawat yang di-grounded.

Mengutip Reuters pada Sabtu (19/11), konglomerat autos-to-steel yang telah menyelesaikan pembelian Air India pada bulan Januari 2022 sedang menghadapi masalah berat, di antaranya memperbaiki armada yang sudah tua, memperbaiki keuangan perusahaan, dan meningkatkan tingkat layanan.

"Kami sedang berdiskusi mendalam dengan Boeing, Airbus, dan produsen mesin untuk pesanan pesawat generasi terbaru yang akan mendukung pertumbuhan jangka menengah dan panjang Air India," kata Wilson.

Baca Juga: Sebut Perang Ilegal Rusia di Ukraina, Otoritas China Bredel Video Pidato Dewan Eropa

Wilson menjelaskan, Air India berencana untuk memperluas armada dan jaringan globalnya dengan tujuan untuk meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 30% pada rute domestik dan internasional selama lima tahun ke depan.

Menurut perkiraan industri, saat ini Air India memiliki pangsa pasar domestik sekitar 10% dan pangsa pasar internasional sekitar 12%. Air India mengatakan pada bulan September 2022 akan menyewa 30 pesawat Boeing dan Airbus, memperluas armadanya lebih dari 25% sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan pangsa pasar dan meningkatkan tingkat layanan.

Sumber-sumber industri mengatakan pada bulan Juli 2022 bahwa Air India semakin mendekati keputusan mengenai pesanan senilai US$ 50 miliar pada daftar harga yang akan dibagi antara Airbus dan Boeing.

Sumber tersebut mengatakan pada saat itu bahwa kedua pembuat pesawat sedang melakukan finalisasi dengan pesanan yang ditetapkan untuk memasukkan hingga 70 jet berbadan lebar termasuk Airbus A350, Boeing 787 dan 777, serta 300 pesawat berbadan sempit.

Editor: Handoyo .

Terbaru