Akhirnya, WHO sahkan vaksin Sinovac untuk penggunaan darurat

Selasa, 01 Juni 2021 | 23:41 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Akhirnya, WHO sahkan vaksin Sinovac untuk penggunaan darurat

ILUSTRASI. Vaksin Covid-19 Sinovac dengan label Biofarma di Jakarta. Akhirnya, WHO sahkan vaksin Sinovac untuk penggunaan darurat. KONTAN/Fransiskus Simbolon.


KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia atawa WHO akhirnya mengesahkan vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang berbasis di Beijing, China untuk penggunaan darurat.

Ini memberikan jaminan kepada negara, penyandang dana, lembaga pengadaan, dan masyarakat bahwa vaksin Sinovac memenuhi standar internasional untuk keamanan, kemanjuran, dan produksi. 

“Dunia sangat membutuhkan beberapa vaksin COVID-19 untuk mengatasi kesenjangan akses yang sangat besar di seluruh dunia,” kata Dr Mariângela Simão, Asisten Direktur Jenderal WHO untuk Akses ke Produk Kesehatan. 

“Kami mendesak produsen untuk berpartisipasi dalam Fasilitas COVAX, berbagi pengetahuan dan data mereka, serta berkontribusi untuk mengendalikan pandemi,” ujarnya, Selasa (1/6), dalam siaran pers yang Kontan.co.id terima.

Baca Juga: Ingat! Vaksin Covid-19 bukan untuk pengobatan virus corona

Daftar Penggunaan Darurat (EUL) WHO adalah prasyarat untuk pasokan vaksin Fasilitas COVAX dan pengadaan internasional. Ini juga memungkinkan negara untuk mempercepat persetujuan peraturan untuk mengimpor dan mengelola vaksin COVID-19.

Hasil efikasi vaksin Sinovac

EUL menilai kualitas, keamanan, dan kemanjuran vaksin COVID-19, serta rencana manajemen risiko dan kesesuaian program, seperti persyaratan rantai dingin. 

Penilaian dilakukan oleh kelompok evaluasi produk, yang terdiri dari ahli regulasi dari seluruh dunia dan Technical Advisory Group (TAG), yang bertugas melakukan penilaian risiko manfaat.

Ini untuk memberikan rekomendasi independen tentang apakah suatu vaksin dapat didaftarkan untuk penggunaan darurat dan, jika demikian, dalam kondisi apa.

Baca Juga: Bio Farma: 14,74 Juta dosis vaksin Covid-19 tunggu lot release dari BPOM

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru