Aksi Protes Terjadi di Pusat Teknologi China Akibat Penguncian Covid-19

Selasa, 27 September 2022 | 16:04 WIB Sumber: Channelnewsasia.com
Aksi Protes Terjadi di Pusat Teknologi China Akibat Penguncian Covid-19

ILUSTRASI. Protes langka di pusat teknologi China terkait penguncian COVID-19. REUTERS/Aly Song


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Puluhan orang telah mengambil bagian dalam protes yang jarang terjadi di pusat teknologi China selatan, Shenzhen, rekaman media sosial menunjukkan, setelah para pejabat mengumumkan penguncian atas beberapa kasus COVID-19.

Kota berpenduduk lebih dari 18 juta orang itu melaporkan hanya 10 infeksi pada Selasa (27 September), tetapi para pejabat masih memerintahkan penduduk di tiga distrik untuk tinggal di rumah karena China tetap pada kebijakan nol-COVID yang ketat.

Para pejabat juga di bawah tekanan untuk memadamkan wabah dengan cepat menjelang pertemuan politik utama di Beijing bulan depan.

Baca Juga: Partai Komunis Mau Konggres, Otoritas Bursa di China "Melarang" Aksi Jual

Video yang beredar di platform mirip Twitter China, Weibo dan Instagram sejak Senin yang diverifikasi oleh AFP menunjukkan lusinan meneriakkan "cabut penguncian COVID" ketika barisan polisi dengan peralatan pelindung medis terlihat.

Dalam satu klip, seorang wanita berteriak: "Polisi memukul orang."

Protes itu terjadi di Shawi, sebuah lingkungan di distrik Futian di mana pemerintah kota bermarkas, AFP mengkonfirmasi.

Stasiun kereta bawah tanah Shawei ditutup mulai pukul 10 malam pada hari Senin hingga pemberitahuan lebih lanjut "sebagai bagian dari pencegahan dan pengendalian pandemi", kata operator metro kota itu dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Credit Suisse: Jumlah Miliarder China bakal Berlipat Ganda pada 2026

Setidaknya 14 daerah berisiko tinggi di tiga distrik yakni Futian, Luohu dan Longgang dikunci pada hari Selasa, dengan penduduk terpaksa tinggal di rumah mereka, kata pejabat kesehatan tanpa memberikan rincian tentang jumlah orang yang terkena dampak.

15 lingkungan lainnya ditandai sebagai berisiko sedang, dengan penduduk hanya diizinkan berjalan di dalam kompleks perumahan mereka.

Editor: Handoyo .

Terbaru