Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - BERLIN. Aktivitas sektor swasta Jerman kembali melemah tajam pada Juni 2026 dan menyentuh level terendah dalam 18 bulan terakhir.
Penurunan ini terutama dipicu oleh semakin dalamnya kontraksi di sektor jasa, yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi terbesar di Eropa tersebut.
Berdasarkan survei flash Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis S&P Global pada Selasa (23/6/2026), indeks komposit Jerman turun menjadi 48,0 pada Juni, dari 48,8 pada Mei.
Angka tersebut juga berada di bawah perkiraan analis Reuters yang memproyeksikan 49,6. Dalam skala PMI, angka di bawah 50 menandakan kontraksi ekonomi.
Baca Juga: Aktivitas Bisnis Australia Melambat Tipis pada Januari, Tekanan Biaya Mereda
"Kabar buruknya, aktivitas bisnis telah menurun selama tiga bulan berturut-turut dengan laju tercepat dalam periode ini. Ini meningkatkan kemungkinan ekonomi kembali terkontraksi pada kuartal kedua," ujar Phil Smith, Associate Director Ekonomi di S&P Global Market Intelligence.
Penurunan paling dalam terjadi di sektor jasa. PMI jasa anjlok ke 46,8 dari 48,1 pada Mei, sekaligus menjadi level terendah sejak November 2022.
Kondisi ini menunjukkan pelemahan yang semakin luas, tidak hanya pada aktivitas bisnis tetapi juga pada permintaan tenaga kerja.
"Sektor jasa terus menjadi penghambat utama ekonomi, dengan penurunan aktivitas dan pesanan baru yang semakin cepat pada Juni," kata Smith.
Berbeda dengan sektor jasa, manufaktur Jerman masih berada di batas stagnasi. PMI manufaktur tercatat 50,0, sedikit turun dari 50,1 pada bulan sebelumnya.
Angka ini menunjukkan sektor industri belum tumbuh, tetapi juga belum masuk ke fase kontraksi.
Baca Juga: Industri Jerman Mulai 2026 dengan Penurunan Pesanan dan Produksi yang Mengejutkan
Meski demikian, tekanan tetap terlihat dari sisi permintaan. Pesanan baru tercatat turun untuk bulan keempat berturut-turut, bahkan dengan laju penurunan tercepat sejak Desember 2024.
Di sisi lain, ada sedikit kabar positif dari sisi harga. Tekanan inflasi mulai menunjukkan pelemahan.
Biaya input tercatat naik pada laju terendah dalam empat bulan terakhir, sementara inflasi harga output perusahaan juga melambat ke level paling rendah dalam tiga bulan.
Namun, prospek jangka panjang masih belum sepenuhnya pulih. Ekspektasi pelaku usaha untuk 12 bulan ke depan tercatat sedikit melemah dan masih berada di bawah tren historis jangka panjang.
Baca Juga: Ekonomi Jerman Terancam, 15 Miliar Euro Melayang Akibat Tarif Otomotif
Dengan kombinasi melemahnya sektor jasa dan stagnasi manufaktur, ekonomi Jerman kini menghadapi tekanan berlapis yang meningkatkan risiko perlambatan lebih dalam pada paruh kedua 2026.














