CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Aktivitas Pabrik Jepang di Bulan Maret 2022 Meningkat di Tengah Konflik Rusia-Ukraina


Kamis, 24 Maret 2022 / 09:43 WIB
Aktivitas Pabrik Jepang di Bulan Maret 2022 Meningkat di Tengah Konflik Rusia-Ukraina
ILUSTRASI. Industri manufaktur Jepang


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Aktivitas manufaktur Jepang pada bulan Maret meningkat dibanding bulan sebelumnya karena kasus Covid-19 yang turun di negara itu membantu mengangkat pesanan dan produksi. Namun, perang Rusia di Ukraina mengaburkan prospek peningkatan lebih lanjut.

Mengutip Reuters (24/3), au Jibun Bank Flash Japan Manufacturing Purchasing Managers' Index (PMI) naik ke penyesuaian musiman 53,2 di bulan Maret dari 52,7 terakhir di bulan sebelumnya.

Survei menunjukkan output rebound dari kontraksi pada bulan sebelumnya. Sementara aktivitas pesanan baru mencatat ekspansi, meskipun pada tingkat paling lambat dalam enam bulan.

Hanya saja, konflik di Ukraina dan melonjaknya harga minyak dan bahan mentah dapat merusak momentum bagi ekonomi terbesar ketiga di dunia itu, bahkan ketika infeksi varian Omicron melambat.

Baca Juga: Ancaman Krisis Listrik Pasca Gempa, Jepang Meminta Warga Menghemat Energi

"Harga input naik pada laju tercepat sejak Agustus 2008 dengan bisnis menghubungkan kenaikan harga bahan baku melonjak, terutama energi, minyak dan semikonduktor di tengah memburuknya kinerja pemasok." kata Usamah Bhatti, ekonom di IHS Markit.

Indeks PMI Layanan Flash au Jibun Bank naik ke 48,7 yang disesuaikan secara musiman dari 44,2 terakhir Februari untuk menandai kontraksi bulan ketiga berturut-turut.

au Jibun Bank Flash Japan Composite PMI, yang dihitung dengan menggunakan manufaktur dan jasa, juga menyusut selama tiga bulan berturut-turut, naik menjadi 49,3 dari final bulan lalu di 45,8.

Bhatti pun bilang bahwa perusahaan Jepang telah melaporkan optimisme yang lebih lemah untuk 12 bulan ke depan di bulan Maret. "Sentimen positif adalah yang paling lemah selama 14 bulan di tengah kekhawatiran mengenai dampak ekonomi dari konflik Rusia-Ukraina." pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×