kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Alphabet Dekati Posisi Nvidia sebagai Perusahaan Paling Bernilai di Dunia


Selasa, 05 Mei 2026 / 23:15 WIB
Alphabet Dekati Posisi Nvidia sebagai Perusahaan Paling Bernilai di Dunia
ILUSTRASI. Alphabet, induk usaha Google (REUTERS/Carlos Barria)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Alphabet, induk usaha Google, berada di ambang menyalip Nvidia sebagai perusahaan paling bernilai di dunia, didorong oleh reli saham yang mencetak rekor berkat perkembangan bisnis kecerdasan buatan (AI) dan pertumbuhan pesat layanan cloud.

Melansir Reuters Selasa (5/5/2026), perubahan ini berpotensi mengembalikan Alphabet ke posisi puncak untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Baca Juga: AS Klaim Gencatan Senjata dengan Iran Masih Berlaku di Tengah Serangan di UEA

Terakhir kali perusahaan ini menempati posisi tersebut adalah pada Februari 2016, sebelum kemudian digeser oleh Apple.

Kenaikan valuasi Alphabet mencerminkan perubahan sentimen pasar yang signifikan, di mana perusahaan tersebut kini dipandang sebagai pemain utama AI, baik melalui layanan cloud maupun pengembangan chip khusus yang mulai digunakan oleh pelanggan seperti Anthropic.

Hal ini sekaligus menempatkan Alphabet sebagai pesaing langsung Nvidia di sektor semikonduktor AI.

Perusahaan teknologi raksasa ini juga mencatat pertumbuhan mengejutkan di bisnis cloud, yang melampaui ekspektasi pasar serta mengungguli pertumbuhan Amazon dan Microsoft.

Kondisi tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa investasi besar Alphabet di bidang AI akan mulai membuahkan hasil.

Baca Juga: Impor AI Melonjak, Defisit Dagang AS Tembus US$ 60,3 Miliar

“Ini sangat terkait dengan belanja modal para hyperscaler dan tanda awal monetisasi yang lebih baik, khususnya dari Alphabet dibandingkan rantai pasok AI secara keseluruhan,” ujar Stephanie Link, Chief Investment Strategist di Hightower Advisors.

Pada perdagangan terbaru, kapitalisasi pasar Nvidia tercatat sekitar US$4,79 triliun, turun dari level tertinggi sekitar US$5,2 triliun. Sementara itu, Alphabet berada di US$4,67 triliun dan mendekati rekor tertingginya.

Pertumbuhan Cloud Jadi Katalis

Pendapatan unit Google Cloud tumbuh 63% pada kuartal pertama, jauh di atas perkiraan analis, dan menjadi laju pertumbuhan tertinggi sejak segmen tersebut dilaporkan secara terpisah pada 2020, menurut data LSEG.

Baca Juga: UPDATE: Minyak Dunia Turun Tipis Selasa (5/5, Konflik Timur Tengah Tahan Penurunan

“Permintaan tinggi terhadap layanan cloud dan AI mendorong akselerasi pertumbuhan yang signifikan, menunjukkan bahwa investasi besar di sektor AI mulai memberikan hasil,” kata Jeff Buchbinder, Chief Equity Strategist LPL Financial.

Investor menilai Alphabet berhasil menangkap permintaan komputasi baru melalui produk AI dan chip khusus yang dikembangkan sendiri. CEO Sundar Pichai juga menyebut perusahaan telah mulai menjual chip AI langsung ke pelanggan, bersaing dengan Nvidia di pasar semikonduktor.

Performa Saham dan Valuasi

Sepanjang tahun ini, saham Alphabet telah naik sekitar 24%, sementara Nvidia hanya naik sekitar 7%. Dalam konteks yang lebih luas, saham Alphabet bahkan melonjak 65,3% sepanjang 2025.

Valuasi Alphabet saat ini berada di sekitar 29 kali laba proyeksi 12 bulan, lebih tinggi dari rata-rata lima tahun sekitar 22 kali dan di atas indeks S&P 500 yang berada di sekitar 21 kali. Nvidia sendiri diperdagangkan di kisaran 21 kali laba forward.

Baca Juga: Inflasi Filipina Tembus 7,2%, Risiko Kenaikan Suku Bunga Kian Besar

Kinerja kuat Alphabet juga didorong oleh sentimen positif setelah pengadilan AS tahun lalu memutuskan perusahaan tidak perlu dipecah, sehingga tetap mempertahankan kontrol atas browser Chrome dan sistem operasi Android.

Dengan kombinasi pertumbuhan AI, bisnis cloud yang kuat, dan sentimen pasar yang positif, Alphabet kini semakin dekat merebut kembali posisi puncak perusahaan paling bernilai di dunia.




TERBARU

[X]
×