kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Ancaman gagal bayar utang perusahaan China


Rabu, 30 Desember 2015 / 11:13 WIB


Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yudho Winarto

BEIJING. Ancaman gagal bayar (default) utang perusahaan swasta di China tahun 2016 diprediksi semakin naik seiring kenaikan biaya pinjaman (bunga). Perusahaan di China tengah berjuang membayar utang di tengah situasi perlambatan ekonomi terburuk dalam seperempat abad terakhir.

Seperti diwartakan Bloomberg, Selasa (29/12), jumlah perusahaan di China dengan beban total utang yang melampaui total ekuitasnya kini berjumlah 913 perusahaan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 29,50% dari tahun 2007 yang berjumlah 705 perusahaan.

"Ada banyak default baru-baru ini, dan ke depan kondisi ini akan terlihat seperti hal yang biasa," tulis Qu Qing, dalam riset yang dirilis Hua Chuang Securities Co (Hua Chuang).

Sampai di sini, Hua Chuang mengingatkan agar investor semakin waspada dan menyimak kebijakan-kebijakan baru pemerintah China terhadap industri. Apalagi, awal Desember lalu, produsen pig iron (besi) Sichuan Shengda Group Ltd menjadi perusahaan ketujuh di China yang pada tahun ini yang gagal memenuhi pembayaran obligasi jatuh tempo. Perusahaan ini gagal mendapatkan  sumber dana segar. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×