Sumber: Associate Press | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Trump beralasan AS membutuhkan Greenland demi kepentingan keamanan nasional, khususnya untuk menghadapi ancaman dari Rusia dan China di kawasan Arktik, meskipun AS sudah memiliki pangkalan militer besar di wilayah tersebut. Ia sebelumnya mengancam akan mengenakan pajak impor tinggi terhadap Denmark dan tujuh sekutu lainnya jika mereka tidak mau bernegosiasi soal pengalihan wilayah semi-otonom tersebut.
Tarif tersebut rencananya dimulai dari 10% bulan depan dan meningkat hingga 25% pada Juni.
Trump dikenal sering meningkatkan tekanan ketika merasa hal itu bisa menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan. Ancaman-ancamannya di Davos bahkan nyaris memecah NATO, yang didirikan oleh negara-negara Eropa, AS, dan Kanada untuk menghadapi Uni Soviet.
Negara-negara anggota NATO lainnya bersikukuh menyatakan Greenland tidak dijual dan tidak bisa direbut dari Denmark, sembari menolak keras ancaman tarif Trump.
Seorang pejabat pemerintah Denmark mengatakan kepada Associated Press setelah pidato Trump bahwa Kopenhagen siap membahas kekhawatiran keamanan AS. Namun pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, menegaskan bahwa “garis merah”, yakni kedaulatan Denmark harus tetap dihormati.
Masih belum jelas bagaimana pembatalan tarif oleh Trump akan memengaruhi posisi tersebut.
Tonton: Rusia Senang AS dan NATO Ribut karena Greenland, Ledek Barat: Aliansi Berakhir!
Pemerintah Greenland minta warga bersiap
Di tengah ketegangan, pemerintah Greenland merespons dengan meminta warganya untuk bersiap menghadapi situasi darurat. Mereka menerbitkan buku panduan berbahasa Inggris dan Greenland tentang langkah-langkah menghadapi krisis, termasuk imbauan agar warga menyimpan cukup makanan, air, bahan bakar, dan perlengkapan untuk bertahan selama lima hari.
“Kami langsung ke toko dan membeli persediaan,” kata Tony Jakobsen, warga ibu kota Greenland, Nuuk, sambil menunjukkan kantong belanja berisi lilin, makanan ringan, dan tisu toilet.
Menurut Jakobsen, retorika Trump terhadap Greenland kemungkinan “hanya ancaman”. “Tapi lebih baik siap daripada tidak siap,” ujarnya.
Sebelum menarik ancamannya, Trump sempat mendesak Denmark dan NATO agar tidak menghalangi, disertai peringatan bernada keras.
“Kami ingin sepotong es demi perlindungan dunia, dan mereka tidak mau memberikannya,” kata Trump. “Anda bisa bilang ya, dan kami akan sangat menghargainya. Atau Anda bisa bilang tidak, dan kami akan mengingatnya.”
Trump juga menyerukan “negosiasi segera” agar AS bisa memperoleh Greenland. Namun saat ditanya soal harga, ia menolak menyebut angka. “Ada harga yang lebih besar, yaitu harga keselamatan dan keamanan nasional, serta keamanan internasional,” katanya.













