Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • EMAS709.000 -0,56%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Anggota dewan BOJ perdebatkan pro kontra pelonggaran moneter pada pertemuan Maret

Rabu, 08 Mei 2019 / 11:14 WIB

Anggota dewan BOJ perdebatkan pro kontra pelonggaran moneter pada pertemuan Maret
ILUSTRASI. Negara Dengan Cadangan Devisa Terbesar di Dunia - Jepang

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Sikap anggota dewan Bank of Japan terbagi mengenai seberapa cepat peningkatan stimulus untuk mencapai target yang ditetapkan. Hal ini terungkap dalam risalah pertemuan Maret.

Mengutip Reuters, dalam risalah yang ditunjukkan pada Rabu (8/5), itu sebagian besar anggota dewan yang terdiri dari sembilan orang tidak melihat kebutuhan mendesak untuk memperluas program stimulus yang sudah masif. Tapi beberapa orang mengingatkan akan meningkatnya risiko bagi pemulihan Jepang yang dapat menjamin pelonggaran moneter tambahan.


"Mempertimbangkan kesulitan dalam mengubah ekspektasi inflasi, penting untuk merespon secara pre-emptif jika terjadi perubahan dalam perkembangan ekonomi dan harga," ujar salah seorang anggota.

Dalam risalah itu juga menunjukkan, anggota lainnya mengatakan BOJ harus siap untuk melonggarkan (kebijakan) jika risiko terhadap ekonomi dan harga terwujud.

Tetapi yang lain lebih berhati-hati. Menurut risalah itu, salah satu anggota mengatakan, dalam memandu kebijakan moneter BOJ tidak boleh menanggapi fluktuasi jangka pendek dalam data ekonomi, tetapi sebaliknya harus melihat tren jangka panjang.

Mereka yang enggan untuk melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat juga menunjuk pda kenaikan biaya pelonggaran yang berkepanjangan, seperti pukulan terhadap pendapatan lembaga keuangan di era suku bunga sangat rendah.

Masih menurut risalah itu, beberapa anggota dewan mengatakan BOJ harus lebih memperhatikan dampak kebijakan ultra longgar yang berkepanjangan terhadap keuntungan bank regional.

menurut anggota dewan tersebut, pukulan terhadap keuntungan bank-bank regional dan pasar modal dapat terjadi secara bertahap dan mendorong lebih banyak bank untuk mengambil risiko berlebih untuk mengamankan keuntungan.

Catatan saja, pada tinjauan suku bunga dua hari yang berakhir 15 Maret, BOJ mempertahankan kebijakan moneter tetap stabil meski memangkas penilaiannya pada ekspor dan output di tengah meningkatnya risiko ekonomi global.


Reporter: Herlina KD
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.5212 || diagnostic_web = 0.7638

Close [X]
×