kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,36   -7,11   -0.75%
  • EMAS918.000 -0,54%
  • RD.SAHAM -0.35%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

Apakah Warren Buffett sudah mempersiapkan diri untuk kehancuran pasar berikutnya?


Senin, 18 Januari 2021 / 22:49 WIB
Apakah Warren Buffett sudah mempersiapkan diri untuk kehancuran pasar berikutnya?
ILUSTRASI. Apakah Warren Buffett sudah mempersiapkan diri untuk kehancuran pasar berikutnya?

Sumber: Yahoo Finance | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor kawakan, Warren Buffett selalu memegang uang tunai dalam jumlah besar. Namun, pada tahun 2020, tumpukan uangnya mencapai level rekor sekitar US$ 137 miliar atau stara Rp 1,918 trilun (kurs Rp 14.000).

Dengan memegang uang dunia sebesar itu, Warren Buffett ingin menunjukan kepada para investor bahwa dirinya tengah mempersiapkan diri untuk kejatuhan pasar saham berikutnya.

Mengutip Yahoo Finance, Senin (18/1), hal itu semakin terang setelah Berkshire Hathaway membeli saham perusahaan penambang emas Barrick Gold. Seperti diketahui emas adalah aset yang paling aman saat terjadi kehancuran pasar.

Namun, pembelian saham penambang emas berikutnya dan sejarah panjang memegang sejumlah besar uang tunai menunjukkan Buffett secara permanen siap untuk memanfaatkan penurunan pasar berikutnya.

Baca Juga: Jeff Bezos kembali menjadi orang terkaya dunia setelah persaingan ketat dengan Musk

Mengikuti pendekatan serupa bisa sangat bermanfaat bagi semua investor. Dengan menyimpan uang tunai, dan mengidentifikasi perusahaan berkualitas tinggi sebelum pasar mengalami penurunan, investor dapat menggunakan siklus pasar untuk keuntungan mereka.

Sumber daya uang Warren Buffett yang besar

Buffett cenderung menahan uang tunai karena dua alasan utama. Pertama, memberikan ketenangan pikiran. Seorang investor yang tidak berinvestasi penuh lebih mampu mengatasi tantangan keuangan tak terduga yang sebaliknya akan memaksa mereka untuk menjual saham.

Misalnya, mereka mungkin kehilangan pekerjaan atau memiliki biaya perbaikan rumah tak terduga yang membutuhkan akses langsung ke uang tunai.

Alasan kedua untuk menahan uang tunai adalah memanfaatkan penurunan pasar. Pasar saham hampir pasti akan mengalami kehancuran besar selama beberapa tahun mendatang. Bagaimanapun, kinerja masa lalu menunjukkan reli pasar yang dialami pada paruh kedua tahun 2020 pada akhirnya akan kehabisan tenaga.

Baca Juga: Bill Gates yang selama bertahun-tahun diam-diam mengoleksi lahan pertanian di AS

Beberapa krisis atau ancaman akan menyebabkan sentimen investor memburuk. Tak pelak, hal itu akan menurunkan valuasi harga saham secara signifikan.

Investor seperti Buffett akan berada dalam posisi keuangan untuk memanfaatkan kondisi itu. Seperti yang ditunjukkan oleh kejatuhan pasar saham tahun 2020, jendela peluang untuk membeli perusahaan dengan harga rendah bisa relatif pendek.
Mengidentifikasi perusahaan berkualitas tinggi sebelum jatuhnya pasar

Selain mengikuti Warren Buffett dalam memegang uang tunai dalam jumlah besar, mengidentifikasi perusahaan berkualitas tinggi sebelum jatuhnya pasar bisa menjadi langkah yang tepat.

Misalnya, seorang investor mungkin dapat menemukan sejumlah bisnis yang memiliki posisi keuangan yang kokoh dan keunggulan kompetitif. Namun, mereka mungkin berdagang dengan harga yang tidak memiliki margin keamanan.




TERBARU

[X]
×