Arab Saudi akan jadi lokasi uji coba vaksin corona buatan Rusia

Jumat, 17 Juli 2020 | 15:33 WIB Sumber: Arab News
Arab Saudi akan jadi lokasi uji coba vaksin corona buatan Rusia

ILUSTRASI. A scientist holds up sample vials inside a laboratory at Sorrento Therapeutics where efforts are underway to develop an antibody, STI-1499, to help in prevention of the coronavirus disease (COVID-19) in San Diego, California, U.S., May 22, 2020. REUTERS/B

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Arab Saudi sepertinya akan memainkan peran penting dalam upaya melawan wabah virus corona yang melanda dunia tahun ini. Pihak Rusia berencana melakukan uji coba vaksin corona mereka di negara Timur Tengah tersebut.

Uji coba yang rencananya akan dilakukan di Arab Saudi adalah uji coba fase ketiga. Fase pertama diikuti oleh 38 sukarelawan sudah selesai awal pekan ini. Sementara fase kedua dengan 100 sukarelawan masih berlangsung sampai sekarang.

Kirill Dmitriev, CEO Russian Direct Investment Fund (RDIF) mengatakan, uji coba di Saudi nantinya bisa melibatkan ribuan orang dan dilaksanakan pada bulan Agustus.

"Kami tidak hanya membahas tahap ketiga uji coba klinis vaksin corona Rusia di Arab Saudi, negera itu juga sudah membeli obat Avifavir. Kami juga mendiskusikan dengan Arab Saudi terkait produksi vaksin corona di wilayahnya," ungkap Dmitriev seperti dikutip dari Arab News.

Baca Juga: Profil mata-mata Rusia yang hendak curi data vaksin Covid-19 terungkap! Ini dia...

Avifavir jadi obat yang cukup sering diperbincangkan sejak pandemi melanda. Pada dasarnya obat ini biasa digunakan untuk kasus influenza akut.

Dalam uji klinis sejauh ini, Avifavir terbukti efektif untuk mengobati pasien Covid-19. Selain Avifavir, Saudi juga membeli persediaan alat uji Covid-19 dari Rusia baru-baru ini.

RDIF dan Saudi telah melakukan sederet kerja sama strategis jauh sebelum ini, terutama di bidang investasi. Dmitriev menyambut baik hubungan kedua negara ini ke depannya.

Bahkan ia dengan bangga menyebutkan kalau hubungan Rusia-Saudi bisa jadi contoh yang baik dari interaksi positif antar negara.

Baca Juga: 75 negara nyatakan minat bergabung dengan COVAX demi akses menuju vaksin corona

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru