kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

AS Bakal Kerahkan 2.500 Marinir & Kapal Serbu USS Boxer ke Timur Tengah


Sabtu, 21 Maret 2026 / 05:39 WIB
 AS Bakal Kerahkan 2.500 Marinir & Kapal Serbu USS Boxer ke Timur Tengah
ILUSTRASI. Ribuan Marinir AS akan dikirim ke Timur Tengah. Trump mengkritik sekutu NATO pengecut. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Ketegangan ini terjadi saat umat Muslim merayakan Idul Fitri dan masyarakat Iran memperingati Nowruz, Tahun Baru Persia.

Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan perlawanan. Ia belum terlihat di publik sejak serangan Israel yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada hari pertama perang.

Menurutnya, rakyat Iran merespons dengan persatuan dan perlawanan serta berhasil memberikan “pukulan yang membingungkan” kepada musuh.

Pejabat AS dan Israel menyebut Iran masih memiliki kemampuan untuk membalas, meskipun serangan udara selama berminggu-minggu telah melemahkan kekuatan militer dan menguras persediaan rudal serta drone.

Garda Revolusi Iran mengklaim telah menyerang Haifa dan Tel Aviv menggunakan rudal multi-hulu ledak, serta meluncurkan drone ke pangkalan militer AS, termasuk di Bahrain. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak militer AS.

Media Iran juga melaporkan Menteri Intelijen Esmail Ahmadi tewas, menjadi salah satu dari banyak tokoh penting yang disebut terbunuh dalam operasi Israel.

“Kami tidak punya siapa pun untuk diajak bicara. Dan kami menyukainya seperti itu,” kata Trump.

Tonton: Lonjakan Harga Gas 35% di Eropa: Dampak Serangan LNG Iran?Israel & Risiko Stagflasi

Harga energi melonjak jelang pemilu AS

Lonjakan harga bahan bakar di AS berpotensi menggerus dukungan politik Trump, terutama saat Partai Republik bersiap menghadapi pemilu kongres pada November.

Harga minyak Brent sempat mendekati US$ 110 per barel setelah melonjak tajam akibat kekhawatiran gangguan besar terhadap pasokan energi global.

Aliran minyak mentah dan produk turun sekitar 12 juta barel per hari, atau sekitar 12% dari permintaan global, akibat pemangkasan produksi dan penghentian ekspor oleh negara-negara Teluk.

Kondisi ini sulit digantikan dalam waktu cepat, sehingga dampaknya diperkirakan akan terasa dalam jangka panjang.

Selain itu, ladang gas besar di Qatar terganggu akibat serangan Iran. Irak juga menyatakan keadaan force majeure untuk seluruh ladang minyak yang dikelola perusahaan asing.




TERBARU

[X]
×