kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.066   -11,00   -0,06%
  • IDX 5.625   -214,84   -3,68%
  • KOMPAS100 743   -28,90   -3,75%
  • LQ45 561   -19,51   -3,36%
  • ISSI 196   -6,97   -3,43%
  • IDX30 318   -10,27   -3,13%
  • IDXHIDIV20 394   -12,61   -3,10%
  • IDX80 85   -2,82   -3,23%
  • IDXV30 108   -3,82   -3,43%
  • IDXQ30 103   -3,28   -3,09%

AS mengirimkan pesawat mata-mata untuk memantau Kongres Partai Buruh Korea Utara


Kamis, 07 Januari 2021 / 15:03 WIB
ILUSTRASI. Pesawat pengintai U-2 Dragon Lady milik Angkatan Udara AS


Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pelacak penerbangan asal Korea Selatan pada Rabu (6/1) mengungkapkan, dua pesawat mata-mata AS telah terbang melintasi Semenanjung Korea untuk melakukan pengawasan. 

Dugaan sementara mengarah pada upaya pantauan terhadap Kongres Partai Buruh Korea Utara yang berlangsung sejak Selasa (5/1) lalu.

Dilansir dari Yonhap, akun pelacak penerbangan No callsign di Twitter menunjukkan aktivitas penerbangan pesawat pengintai U-2S Dragon Lady di langit dekat kota pesisir Taean Provinsi Chungcheong Selatan, sekitar pukul 9 pagi pada Selasa.

Menariknya, Yonhap menyebutkan, jarang sekali pesawat U-2S terbang dengan perangkat identifikasi lokasinya dihidupkan.

Dragon Lady umumnya bertugas untuk memantau, merekam video, dan terkadang menyadap aktivitas militer Korea Utara dari ketinggian sekitar 25 kilometer dalam misi penerbangan yang dapat berlangsung hingga delapan jam.

Baca Juga: Kim Jong Un berjanji untuk meningkatkan kembali kemampuan militer Korea Utara

Belum cukup sampai di situ, pada sore harinya, pesawat EP-3E milik Angkatan Laut AS juga terlihat terbang di atas Hwaseong, Selatan Seoul, dan Hongcheon.

Berdasarkan waktu identifikasi, penerbangan itu berlangsung ketika Partai Buruh Korea Utara memulai kongres di hari kedua.

Kongres tersebut cukup menarik perhatian dunia karena Korea Utara diperkirakan akan mengungkap garis kebijakan luar negeri barunya, terutama terkait pembicaraan denuklirisasi dengan AS yang terhenti sejak tahun lalu.

Pengiriman pesawat pengintai AS ke Semenanjung Korea juga dinilai berkaitan dengan isu Korea Utara akan melakukan provokasi atau mengadakan parade militer di tengah kongres.

Mengenai hal tersebut, Komandan Pasukan Korea AS (USFK) Jenderal Robert Abrams mengatakan pada Selasa, belum ada tanda-tanda provokasi besar sampai sekarang.

Selanjutnya: Kim Jong Un akui rencana ekonomi lima tahunan Korea Utara gagal tercapai




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×