Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Namun, langkah ini tidak lepas dari kritik. Sejumlah analis menilai kebijakan tersebut menunjukkan bahwa AS mulai kehabisan cara untuk mengendalikan harga minyak.
Analis energi menilai dampaknya juga terbatas jika jalur distribusi utama seperti Selat Hormuz masih terganggu.
Seperti diketahui, Iran disebut telah menutup jalur tersebut, yang menjadi rute sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.
Konflik Kian Meluas, Infrastruktur Energi Terancam
Konflik yang berlangsung hampir tiga minggu ini tidak hanya memicu lonjakan harga, tetapi juga mengancam infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.
Serangan dilaporkan terjadi di fasilitas energi Iran dan negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS.
Situasi ini membuat pasar energi global berada dalam tekanan tinggi, dengan risiko gangguan pasokan yang lebih luas jika konflik terus bereskalasi.
Tonton: Donald Trump Sebut Secara Militer Iran Sudah Kalah Dalam Perang
Kebijakan Sementara, Dampaknya Dipantau
Kebijakan pelonggaran ini berlaku hingga 19 April dan tidak mencakup wilayah seperti Korea Utara, Kuba, dan Krimea.
Meski demikian, belum pasti apakah minyak Iran benar-benar akan masuk ke AS, mengingat impor langsung dari Iran praktis terhenti sejak Revolusi 1979.













