kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Klaim Pengangguran AS Turun, Pasar Tenaga Kerja Tetap Solid


Kamis, 21 Mei 2026 / 20:51 WIB
Klaim Pengangguran AS Turun, Pasar Tenaga Kerja Tetap Solid
ILUSTRASI. Pasar Tenaga Kerja AS (REUTERS/Brian Snyder)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun pada pekan lalu, menandakan pasar tenaga kerja AS masih cukup tangguh di tengah meningkatnya tekanan inflasi global.

Mengutip Reuters, Kamis (21/5//2026), klaim awal tunjangan pengangguran negara bagian turun 3.000 menjadi 209.000 yang telah disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 16 Mei.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih 1% usai Iran Tolak Kirim Uranium ke Luar Negeri

Angka tersebut sedikit lebih rendah dibanding perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan 210.000 klaim.

Meski para ekonom memperkirakan klaim pengangguran dapat meningkat pada musim panas akibat faktor musiman, kondisi pasar tenaga kerja AS sejauh ini masih relatif stabil.

Data tersebut juga memberi ruang bagi Federal Reserve untuk tetap fokus terhadap risiko kenaikan inflasi.

Pelaku pasar keuangan saat ini memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75% hingga tahun depan.

Konflik AS-Israel dengan Iran yang mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz turut mendorong kenaikan harga minyak dan berbagai komoditas lain seperti pupuk, petrokimia, dan aluminium.

Baca Juga: CEO ADNOC Peringatkan Pemulihan Selat Hormuz Bisa Memakan Waktu Dua Tahun

Risalah rapat Federal Reserve pada 28-29 April yang dirilis Rabu menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi akibat perang Iran semakin meningkat bulan lalu.

Sejumlah pejabat The Fed bahkan mulai menilai bank sentral perlu mempersiapkan kemungkinan kenaikan suku bunga apabila tekanan harga terus membesar.

Dalam risalah tersebut, para pembuat kebijakan secara umum memperkirakan kondisi pasar tenaga kerja tetap stabil dalam jangka pendek.

Namun sebagian besar pejabat juga menilai risiko terhadap sisi ketenagakerjaan dalam mandat ganda The Fed mulai condong ke arah pelemahan.

Data klaim pengangguran terbaru ini juga mencakup periode survei pemerintah untuk komponen nonfarm payrolls dalam laporan ketenagakerjaan Mei.

Baca Juga: IPO SpaceX Hampir US$2 Triliun, Taruhan Besar Visi Elon Musk

Pada April lalu, penambahan lapangan kerja nonpertanian AS tercatat sebanyak 115.000 pekerjaan, melambat dibanding kenaikan 185.000 pekerjaan pada Maret.

Sementara itu, jumlah warga yang masih menerima tunjangan pengangguran setelah pekan pertama bantuan, yang menjadi indikator perekrutan tenaga kerja, naik 6.000 menjadi 1,782 juta orang pada pekan yang berakhir 9 Mei.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×