kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.585   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

AS Patut Cemas, Ponsel Canggih Terkini Huawei Lebih Banyak Gunakan Komponen China


Jumat, 10 Mei 2024 / 09:29 WIB
AS Patut Cemas, Ponsel Canggih Terkini Huawei Lebih Banyak Gunakan Komponen China
ILUSTRASI. Berdasarkan analisis pembongkaran, ponsel kelas atas terbaru Huawei menghadirkan lebih banyak pemasok dari China. REUTERS/Aly Song


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Analisis sebelumnya yang dilakukan oleh perusahaan pembongkaran seperti TechInsights terhadap Mate 60, yang diluncurkan pada Agustus tahun lalu, menemukan bahwa ponsel tersebut menggunakan chip memori DRAM dan NAND yang dibuat oleh SK Hynix dari Korea Selatan. 

SK Hynix mengatakan pada saat itu pihaknya tidak lagi berbisnis dengan Huawei dan para analis mengatakan chip tersebut kemungkinan besar berasal dari stok lama mereka.

iFixit dan TechSearch menemukan, Pura 70 masih berisi chip DRAM yang dibuat oleh SK Hynix. Akan tetapi chip memori flash NAND kemungkinan kali ini dikemas oleh unit HiSilicon Huawei dan terdiri dari cetakan NAND yang masing-masing berkapasitas 1 terabit. 

Hal ini sebanding dengan produk yang dibuat oleh produsen memori flash besar seperti SK Hynix, Kioxia dan Micron.

Baca Juga: Menlu AS Blinken: Larangan Penjualan Chip Tak Bermaksud Hambat Pertumbuhan China

iFixit menambahkan bahwa mereka yakin HiSilicon mungkin juga memproduksi pengontrol memori.

“Dalam pembongkaran yang kami lakukan, pakar ID chip kami telah mengidentifikasinya sebagai chip HiSilicon tertentu,” kata Mokhtari.

SK Hynix menegaskan kembali bahwa mereka secara ketat mematuhi kebijakan yang relevan sejak pembatasan terhadap Huawei diumumkan dan juga telah menangguhkan transaksi apa pun dengan perusahaan tersebut sejak saat itu.


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×