kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

AS Pinjamkan 53,3 Juta Barel Minyak dari Cadangan Strategis untuk Redam Gejolak Harga


Selasa, 12 Mei 2026 / 05:33 WIB
AS Pinjamkan 53,3 Juta Barel Minyak dari Cadangan Strategis untuk Redam Gejolak Harga
ILUSTRASI. Harga minyak (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (11/5/2026) mengumumkan akan meminjamkan 53,3 juta barel minyak mentah dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) atau cadangan minyak strategis AS kepada perusahaan energi.

Melansir Reuters, langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan global untuk menenangkan pasar minyak yang melonjak akibat perang AS-Israel dengan Iran.

Baca Juga: Rusia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 Jadi 0,4% dari 1,3%, Ini Sebabnya

Departemen Energi AS (DOE) menyebut sembilan perusahaan, termasuk Exxon Mobil, Trafigura, dan Marathon Petroleum Company, ikut meminjam minyak tersebut.

Namun, total volume yang diserap perusahaan hanya sekitar 58% dari 92,5 juta barel yang sebelumnya ditawarkan DOE bulan lalu.

Pada musim semi tahun ini, DOE juga telah lebih dulu meminjamkan sekitar 80 juta barel dari SPR. Pemerintah AS menargetkan total pelepasan minyak mencapai 172 juta barel.

Komitmen itu merupakan bagian dari kesepakatan dengan lebih dari 30 negara anggota International Energy Agency (IEA) pada Maret lalu untuk melepas sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis global.

Langkah tersebut diambil untuk meredam lonjakan harga minyak dan bahan bakar setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia setiap hari.

Baca Juga: Trump Sebut Gencatan Senjata Iran di Ujung Tanduk, Harapan Damai Kian Memudar

Kepala IEA Fatih Birol sebelumnya menyebut perang Iran telah memicu krisis energi terbesar sepanjang sejarah.

Birol mengatakan, IEA siap melepas tambahan cadangan minyak strategis apabila gangguan pasokan terus berlanjut. Hingga kini, negara-negara anggota IEA telah melepas sekitar 20% dari cadangan yang tersedia.

Lonjakan harga bahan bakar kini juga menjadi risiko politik bagi Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu AS pada November mendatang.

Menurut data AAA, harga bensin rata-rata di AS mencapai US$ 4,52 per galon pada Senin, tertinggi sejak 2022.

DOE menjelaskan minyak dari SPR dipinjamkan kepada perusahaan dan nantinya harus dikembalikan dalam bentuk minyak mentah dengan tambahan premi hingga 24%.

Pemerintah AS menilai skema tersebut dapat membantu menstabilkan pasar tanpa membebani pembayar pajak.

Baca Juga: Masuk Daftar Hitam Pentagon, Perusahaan Modul 5G China Quectel Gugat AS

Cadangan minyak strategis AS sendiri disimpan di gua-gua bawah tanah di empat lokasi pesisir Texas dan Louisiana.

Saat ini, SPR menyimpan sekitar 384 juta barel minyak, jumlah yang setara konsumsi minyak dunia selama kurang dari empat hari.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×