Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Perusahaan semikonduktor terbesar China, Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC), dilaporkan telah memasok peralatan pembuatan chip kepada militer Iran.
Hal ini diungkap oleh dua pejabat senior pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sehingga memunculkan pertanyaan terkait posisi Beijing dalam konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah.
Baca Juga: Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran, Klaim Negosiasi Berjalan Baik
Menurut sumber tersebut sebagaimana dilansir dari Reuters Kamis (26/3/2026), SMIC yang selama ini telah dikenai berbagai sanksi oleh pemerintah AS karena dugaan keterkaitannya dengan militer China, mulai mengirimkan peralatan tersebut ke Iran sejak sekitar satu tahun lalu.
“Kami tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa aktivitas ini telah berhenti,” ujar salah satu pejabat yang enggan disebutkan namanya.
Lebih lanjut, kerja sama tersebut disebut kemungkinan besar juga mencakup pelatihan teknis terkait teknologi semikonduktor milik SMIC.
Namun, belum dapat dipastikan apakah peralatan yang dikirimkan tersebut berasal dari teknologi Amerika Serikat, yang jika benar dapat melanggar sanksi yang berlaku terhadap Iran.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Jumat (27/3) Pagi: Brent US$ 107,11 & WTI ke US$ 93,65
Hingga kini, pihak SMIC, Kedutaan Besar China di Washington, serta perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut.
Pemerintah China sendiri selama ini menegaskan bahwa hubungan dagangnya dengan Iran merupakan kerja sama komersial biasa.
SMIC juga sebelumnya membantah memiliki keterkaitan dengan kompleks industri militer China.
Isu ini berpotensi memperkeruh hubungan antara Washington dan Beijing, di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Di sisi lain, AS juga tengah berupaya membatasi perkembangan industri semikonduktor China melalui berbagai kebijakan pembatasan ekspor teknologi.
Baca Juga: Kapal Thailand Kandas di Iran Usai Diserang di Selat Hormuz, 3 Awak Hilang
Sebelumnya, laporan Reuters menyebut Iran juga tengah mendekati kesepakatan dengan China untuk membeli rudal jelajah anti-kapal, seiring meningkatnya ketegangan militer di kawasan.
Belum diketahui secara pasti peran peralatan semikonduktor tersebut dalam respons Iran terhadap konflik, yang telah mengguncang pasar keuangan global, mendorong lonjakan harga minyak, serta meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.
Pemerintah AS sendiri terus memperketat pembatasan terhadap perusahaan-perusahaan teknologi China, termasuk SMIC, guna membatasi akses mereka terhadap peralatan chip canggih dari perusahaan-perusahaan Amerika seperti Lam Research, KLA, dan Applied Materials.













