kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   0,00   -0.00%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Australia mempertimbangkan boikot diplomatik pada Olimpiade Musim Dingin Beijing


Kamis, 25 November 2021 / 11:55 WIB
Australia mempertimbangkan boikot diplomatik pada Olimpiade Musim Dingin Beijing
ILUSTRASI. Lambang Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 diresmikan saat upacara peluncuran di Beijing, China 15 Desember 2017.

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pemerintah Australia sedang mempertimbangkan untuk melakukan blokir diplomatik atas Olimpiade Musim Dingin Beijing. Langkah ini diambil atas dasar pelanggaran HAM yang diduga dilakukan oleh China.

Sydney Morning Herald pada hari Kamis (25/11) melaporkan bahwa pertimbangan mulai dilakukan di tengah meningkatnya seruan dari anggota parlemen untuk boikot diplomatik resmi.

Politisi Australia dari koalisi Liberal-Nasional dan partai oposisi Partai Buruh kompak mendesak pemerintah federal untuk memboikot acara olahraga tersebut mengikuti mitra utamanya, Amerika Serikat.

Boikot diplomatik adalah kebijakan untuk tidak mengirim delegasi resmi, tetapi mengizinkan atlet untuk berpartisipasi.

Baca Juga: Australia resmi menggolongkan Hizbullah dan neo-Nazi ke dalam organisasi teroris

Pihak Kementerian Olahraga Australia sendiri mengakui bahwa saat ini keputusan terkait perwakilan Australia di Olimpiade Musim Dingin Beijing memang belum dibuat.

Dilansir dari Reuters, minggu lalu Presiden AS Joe Biden juga mengatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan boikot diplomatik atas acara tersebut. Langkah ini disebut sebagai respons atas catatan pelanggaran HAM China, termasuk dugaan genosida terhadap kelompok minoritas Muslim.

Pemerintah Australia sedang menunggu keputusan pemerintahan Biden sebelum menyerukan boikot diplomatik.

Berbeda dengan AS dan Australia, Inggris justru tidak mendukung gagasan boikot. Awal pekan ini, Perdana Menteri Boris Johnson menegaskan penolakannya atas langkah tersebut.

Baca Juga: Soroti pengadaan kapal selam nuklir, China sebut Australia bukan pembela perdamaian

Australia, AS, dan Inggris adalah mitra dekat dalam komunitas internasional. Pada bulan September lalu ketiganya menandatangani kemitraan keamanan untuk membantu Australia membangun kapal selam nuklir di bawah aliansi AUKUS.

Kesepakatan trilateral membuat marah China, kekuatan besar yang meningkat di kawasan Indo-Pasifik. 

Hubungan Australia dan China sendiri mulai memburuk setelah melarang Huawei Technologies untuk menyediakan jaringan internet 5G pada tahun 2018. Langkah ini dibalas China dengan mengenakan tarif tambahan pada beberapa komoditas Australia.

Selanjutnya: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Gaya Interior Modern dan Kontemporer




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×