kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45943,35   -6,14   -0.65%
  • EMAS926.000 -0,32%
  • RD.SAHAM 0.35%
  • RD.CAMPURAN 0.29%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.05%

Australia resmi menggolongkan Hizbullah dan neo-Nazi ke dalam organisasi teroris


Rabu, 24 November 2021 / 11:52 WIB
Australia resmi menggolongkan Hizbullah dan neo-Nazi ke dalam organisasi teroris
ILUSTRASI.

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CANBERRA. Pemerintah Australia pada hari Rabu (24/11) resmi menambahkan dua kelompok ke dalam daftar organisasi teroris yang dilarang di negaranya. Di antaranya adalah kelompok Hizbullah dan gerakan neo-Nazi.

Dilansir dari Reuters, Menteri Dalam Negeri Karen Andrews mengumumkan bahwa The Base, kelompok supremasi kulit putih yang ada di bawah organisasi ne-Nazi, dan Hizbullah, Partai Politik Islam Syiah Lebanon beserta milisinya, ke dalam daftar teroris.

Klasifikasi ini membuat semua orang di Australia dilarang untuk bergabung dengan The Base dan Hizbullah. Siapa pun yang melanggar, hukuman penjara 25 tahun akan menjadi ganjarannya.

"Sama sekali tidak ada tempat di Australia untuk ekstremisme kekerasan. Tidak ada alasan, baik agama atau ideologis, yang dapat membenarkan pembunuhan orang yang tidak bersalah," kata Andrews.

Sejauh ini Hizbullah diyakini tidak aktif atau memiliki gerakan di Australia. Namun, beberapa aksi kekerasannya di Timur Tengah sudah cukup bagi Australia untuk memasukkan kelompok ini ke dalam golongan teroris.

Baca Juga: Ditikam Australia, Prancis beralih ke Indonesia incar penjualan jet tempur Rafale

Sementara itu, The Base, yang memiliki paham neo-Nazi, dipercaya telah aktif di Negeri Kanguru dan sedang berusaha mengembangkan selnya secara perlahan.

Dalam pengumumannya hari Rabu, Andrews tidak merinci berapa banyak anggota The Base yang ada di Australia. Namun, tidak menyangkal kehadiran kelompok yang berdiri di AS pada tahun 2018 tersebut.

The Base saat ini juga telah terdaftar sebagai organisasi teroris di Kanada dan Inggris.

Dikutip dari Vice, The Base merupakan jaringan pelatihan paramiliter dan supremasi kulit putih yang berhaluan neo-Nazi. The Base pada dasarnya menganjurkan pembentukan wilayah khusus orang kulit putih tanpa kehadiran orang kulit hitam, keturunan Asia, serta penduduk asli Amerika.

The Base meyakini bahwa tujuannya bisa dicapai melalui jalur terorisme dan menggulingkan pemerintahan yang ada dengan kekerasan. Kelompok ini juga berkomitmen untuk melakukan aksi terorisme melalui dunia maya.

Baca Juga: Soroti pengadaan kapal selam nuklir, China sebut Australia bukan pembela perdamaian

Selanjutnya: 7 Tips memilih jurusan kuliah buat pelajar yang masih bingung menentukan pilihan




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×