kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45992,69   1,09   0.11%
  • EMAS1.132.000 -0,26%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Awasi Kapal Induk Berserta 5 Kapal perang China, Jepang Kerahkan Jet Tempur


Senin, 02 Januari 2023 / 16:26 WIB
Awasi Kapal Induk Berserta 5 Kapal perang China, Jepang Kerahkan Jet Tempur
Kapal induk Liaoning milik Angkatan Laut China. Awasi Kapal Induk Berserta 5 Kapal perang China, Jepang Kerahkan Jet Tempur.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  TOKYO. Jepang mengerahkan jet tempur dan mengirim pesawat serta kapal perang selama dua minggu terakhir untuk mengawasi kapal induk China, Liaoning dan lima kapal perang angkatan laut yang melakukan manuver dan operasi penerbangan di Pasifik.

Kementerian Pertahanan Jepang pada Senin (2/1) mengatakan pihaknya memantau operasi setelah kelompok angkatan laut China, termasuk kapal perusak rudal, berlayar antara pulau utama Okinawa dan pulau Miyakojima ke Pasifik Barat dari Laut China Timur pada 16 Desember.

Kemenhan Jepang menambahkan bahwa sebelum kembali ke pangkalan, kapal induk China melakukan lebih dari 300 lepas landas dan pendaratan pesawat sayap tetap dan helikopter. Namun Jepang tidak melaporkan adanya serangan ke perairan atau di langit teritorial Jepang.

Baca Juga: 15 Negara Terkuat di Planet Bumi di 2022, Siapa di Posisi Pertama?

Sementara China telah melakukan operasi serupa di masa lalu, termasuk satu di bulan Mei.

China menggelar latihan militer skala besar terbaru di dekat pulau-pulau Jepang setelah negeri sakura tersebut mengumumkan akan menggandakan pengeluaran pertahanan selama lima tahun ke depan dalam upaya untuk mencegah China menggunakan militernya dalam mendorong klaim teritorial di wilayah tersebut, termasuk terhadap negara tetangga Taiwan.

Baca Juga: 39 Pesawat Militer China Masuk Zona Pertahanan Udara, Taiwan Kirim Jet Tempur

Jepang juga melaporkan bahwa pihaknya telah mendeteksi penerbangan drone WZ-7 China di dekat Miyakojima pada hari Minggu dan lagi pada hari Senin, untuk pertama kalinya negara tersebut melihat drone ketinggian tinggi di daerah tersebut.




TERBARU

[X]
×