kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Badai tropis hantam Jepang, 25 orang dilaporkan tewas


Senin, 05 September 2011 / 14:38 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO - The logo of U.S. pharmaceutical corporation Pfizer Inc. is seen at a branch in Zurich, Switzerland October 2, 2018. REUTERS/Arnd Wiegmann/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD


Sumber: Reuters | Editor: Rizki Caturini

TOKYO. Belum selesai masalah krisis nuklir akibat gempa yang melanda Jepang pada Maret 2011 lalu, negara ini harus kembali mengalami bencana. Kali ini, giliran badai tropis Talas yang meluluhlantakkan bagian barat kota pada Sabtu dan Minggu kemarin.

Data terakhir dari Pemerintah hari ini (5/9) menyatakan, sekitar 25 warga dilaporkan tewas dan 52 orang hilang. Namun, Japan Meteorological Agency (JMA) sampai saat ini belum menerima laporan tentang adanya kerusakan yang dialami pabrik dan infrastruktur nuklir di Fukushima Daiichi yang berada di bagian timur laut Jepang.

Badai tropis bergerak dengan kecepatan 10 kilometer (km) per jam ini menyebabkan hujan deras berkepanjangan. Seiring pergerakan badai ini ke arah utara, hujan deras diperkirakan akan terjadi di daerah tersebut. Oleh karena itu, JMA memperingatkan akan adanya potensi tanah longsor.

"Kami melakukan langkah sebaik mungkin untuk bisa menyelamatkan korban dan melakukan pencarian korban yang masih hilang," ujar Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda.





TERBARU

[X]
×