Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Kerusakan akibat banjir kali ini sangat luas. Video terverifikasi memperlihatkan arus deras berisi batu, lumpur, dan air menghantam kawasan perbatasan Gyirong, menyeret kendaraan serta merusak bangunan, jalan, jembatan, dan sejumlah fasilitas lainnya.
Sagar Pandey, pimpinan sebuah perusahaan pariwisata Himalaya yang melihat kawasan terdampak dari helikopter, menggambarkan kehancuran tersebut sebagai bencana yang nyaris menyapu seluruh permukiman.
Di tengah operasi pencarian, keluarga korban dari berbagai negara masih menunggu kepastian mengenai keberadaan kerabat mereka.
Vasanthi Muniandy, misalnya, mengatakan adiknya, Vennila, merupakan bagian dari rombongan peziarah Hindu asal Malaysia yang terakhir kali berkomunikasi setelah memasuki Tibet dari Nepal.
"Saya hanya ingin dia pulang dengan selamat," ujar Vasanthi.
Baca Juga: Banjir Bandang Nepal Diduga Dipicu Runtuhnya Gletser
Sejumlah negara dan organisasi internasional telah menawarkan bantuan. India, Amerika Serikat, Kanada, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan memberikan dukungan untuk membantu operasi pencarian serta penanganan warga terdampak.
Bagi Nepal, bencana ini menjadi ujian besar bagi pemerintahan Perdana Menteri Balendra Shah yang baru berusia lima bulan.
Pemerintah mengatakan pengalaman menghadapi bencana besar, termasuk gempa bumi 2015 yang menewaskan hampir 9.000 orang, menjadi modal dalam menjalankan operasi penyelamatan kali ini.














