kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.153   23,00   0,13%
  • IDX 7.609   109,23   1,46%
  • KOMPAS100 1.053   16,02   1,54%
  • LQ45 757   10,86   1,45%
  • ISSI 275   2,67   0,98%
  • IDX30 405   6,12   1,53%
  • IDXHIDIV20 491   5,40   1,11%
  • IDX80 118   1,66   1,43%
  • IDXV30 136   1,11   0,82%
  • IDXQ30 130   1,61   1,26%

Bank Sentral Singapura (MAS) Memperketat Kebijakan Moneter, Ini Penyebabnya


Selasa, 14 April 2026 / 08:01 WIB
Bank Sentral Singapura (MAS) Memperketat Kebijakan Moneter, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Monetary Authority of Singapore (MAS) memperketat kebijakan moneter hari ini (14/4/2026)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Monetary Authority of Singapore (MAS) atawa bank sentral Singapura memperketat pengaturan kebijakan moneter pada hari ini (14/4/2026), sesuai dengan apa yang diperkirakan oleh sebagian besar analis yang disurvei oleh Reuters. 

Pengetatan kebijakan dilakukan karena memperkirakan inflasi inti akan meningkat dan tetap tinggi selama beberapa kuartal mendatang. 

MAS mengatakan akan sedikit meningkatkan tingkat apresiasi dari rentang kebijakan S$NEER (Singapore dollar nominal effective exchange rate).

Asal tahu saja, S$NEER adalah alat kebijakan moneter utama untuk mengelola inflasi dan stabilitas ekonomi. S$NEER merupakan nilai tukar dolar Singapura terhadap sejumlah mata uang mitra dagang utama.

Baca Juga: AS Memulai Blokade Pelabuhan Iran, Teheran Ancam Lakukan Pembalasan

Berbeda dengan bank sentral lainnya yang umumnya menggunakan suku bunga, bank sentral Singapura membiarkan S$NEER berfluktuasi dalam band (pita) kebijakan yang tidak diumumkan, untuk mengelola inflasi. 

Lebih lanjut MAS menyatakan bahwa tidak akan ada perubahan pada lebar dan tingkat pusat S$NEER. "Pertumbuhan PDB secara keseluruhan pada tahun 2026 kemungkinan akan menurun dari laju pertumbuhan di atas tren yang tercatat pada tahun 2025. Bersamaan dengan itu, kesenjangan output positif akan menyempit," kata MAS.

Dari 13 analis yang disurvei oleh Reuters menjelang peninjauan tersebut, 11 memperkirakan MAS akan memperketat kebijakan dan dua memperkirakan tidak akan ada perubahan.

Para analis yang memperkirakan pengetatan tersebut menyebutkan bagaimana perang di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga energi dan risiko inflasi, serta memperburuk prospek pertumbuhan di dalam dan luar negeri. 

Bank sentral Singapura mempertahankan kebijakan tetap stabil pada tiga pertemuan sebelumnya pada Januari, Oktober, dan Juli. Kebijakan moneter telah dilonggarkan pada April lalu. 

Keputusan tersebut diambil bersamaan dengan data awal pemerintah yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,6% pada kuartal pertama tahun 2026, lebih lemah dari ekspektasi pasar.

Baca Juga: Kim Jong Un Pamer Rudal Jelajah Akurat Ultra-Presisi dan Perkuat Kapal Perusak

Secara kuartalan dengan penyesuaian musiman, PDB Singapura mengalami kontraksi sebesar 0,3% dari kuartal IV-2025, menurut perkiraan awal. 

Berdasarkan data bulan lalu, inflasi inti sebesar 1,4% YoY pada bulan Februari, sebelum perang di Timur Tengah dimulai. Data inflasi untuk bulan Maret akan dirilis minggu depan. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×