Bantu Myanmar melawan Covid-19, Indonesia sumbang Rp 2,8 miliar

Senin, 20 September 2021 | 15:04 WIB Sumber: Sekretariat Kabinet RI
Bantu Myanmar melawan Covid-19, Indonesia sumbang Rp 2,8 miliar

ILUSTRASI. Menlu Retno Marsudi berbicara pada rapat tak resmi secara virtual dengan sejumlah menteri luar negeri dan perwakilan ASEAN di Jakarta, Selasa (2/3/2021). 


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia akan memberikan bantuan kemanusiaan senilai US$ 200 ribu atau sekitar Rp 2,85 miliar kepada Myanmar untuk menanggulangi Covid-19.

Bantuan tersebut akan diberikan melalui ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre).

Kementerian Luar Negeri menyebutkan, bantuan akan disampaikan dalam bentuk barang kesehatan produksi Indonesia, yakni masker KN95, sarung tangan medis, dan alat pelindung diri (APD).

Sebelumnya, rencana ini sudah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam Pledging Conference to Support ASEAN’s Humanitarian Assistance to Myanmar, Sabtu (18/9).

Baca Juga: Sah! Prabowo borong dua kapal perang frigat Arrowhead 140 dari Inggris

Melansir laman Sekretariat Kabinet, Retno menegaskan kembali posisi Indonesia, bahwa bantuan kemanusiaan adalah salah satu komponen penting untuk mengatasi krisis politik, ekonomi, dan kemanusiaan di Myanmar.

"Pengiriman bantuan kemanusiaan ke Myanmar adalah langkah awal, tidak hanya untuk menghadapi situasi kemanusiaan, namun juga untuk mencapai resolusi politik di Myanmar," katanya.

Oleh AHA Centre, bantuan Fase 1 senilai US$1,1 juta akan didistribusikan kepada Myanmar Red Cross Society (MRCS) hingga akhir September nanti.

Selain Indonesia, negara lain yang juga berpartisipasi dalam bantuan Fase 1 ini termasuk Filipina, Thailand, dan Turki.

Bantuan Fase 1 dengan tema Live Saving akan segera diselesaikan bulan ini, sebelum melanjutkanke Fase 2 dengan tema Live Sustainin" yang akan dimulai tahun 2022. Bantuan Fase 2 akan terdiri dari bantuan kemanusiaan yang lebih beragam.

Pemberian bantuan kemanusiaan kepada Myanmar ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Five Point Consensus pada ASEAN Leader’s Meeting yang diselenggarakan pada 24 April 2021 lalu.

Selanjutnya: Sambut Presidensi G20 Indonesia, ini agenda utama sektor ekonomi yang akan dibahas

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru