kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.880   21,00   0,12%
  • IDX 6.220   92,34   1,51%
  • KOMPAS100 827   19,85   2,46%
  • LQ45 621   9,80   1,60%
  • ISSI 216   0,73   0,34%
  • IDX30 351   3,64   1,05%
  • IDXHIDIV20 429   2,47   0,58%
  • IDX80 94   1,47   1,58%
  • IDXV30 118   -0,06   -0,05%
  • IDXQ30 113   0,92   0,82%

Belanja Pemerintah Australia Stagnan, Tak Beri Tambahan Tenaga bagi Ekonomi


Selasa, 02 Juni 2026 / 10:04 WIB
Belanja Pemerintah Australia Stagnan, Tak Beri Tambahan Tenaga bagi Ekonomi
ILUSTRASI. Sydney Opera House, Australia (KONTAN/Syamsul Ashar)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Belanja pemerintah Australia tidak memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026.

Data terbaru menunjukkan pengeluaran sektor publik cenderung stagnan setelah sebelumnya menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi.

Baca Juga: Nikkei Turun dari Rekor Tertinggi Selasa (2/6), Investor Waspadai Risiko Timur Tengah

Melansir Reuters, Biro Statistik Australia atau Australian Bureau of Statistics melaporkan pada Selasa (2/6/2026) bahwa belanja operasional pemerintah turun 0,2% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ) pada periode Januari-Maret 2026.

Nilai pengeluaran operasional tersebut tercatat sebesar A$159,3 miliar atau sekitar US$114,1 miliar setelah disesuaikan dengan inflasi.

Di sisi lain, investasi aset tetap yang dilakukan pemerintah dan badan usaha milik publik meningkat 0,9% dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi A$38,9 miliar.

Meski investasi publik masih bertumbuh, kenaikan tersebut belum cukup untuk mendorong aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Berdasarkan perhitungan ABS, total belanja sektor publik pada kuartal I-2026 tidak memberikan tambahan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) Australia.

Data ini menunjukkan peran belanja pemerintah sebagai motor pertumbuhan ekonomi mulai melemah setelah sebelumnya mencatat kinerja yang relatif kuat dalam beberapa kuartal terakhir.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Tekan Mata Uang Asia, Rupiah Sentuh Level Terendah Baru

Kondisi tersebut menjadi perhatian pasar karena ekonomi Australia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan, termasuk perlambatan konsumsi rumah tangga, tingginya suku bunga, serta tekanan inflasi yang masih berada di atas target bank sentral.

Data belanja pemerintah ini menjadi salah satu indikator penting menjelang rilis angka pertumbuhan ekonomi Australia kuartal I-2026 yang akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi negara tersebut di tengah ketidakpastian global.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×