kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Belum kapok, Eropa kembali meminta bantuan China


Selasa, 14 Februari 2012 / 14:39 WIB
ILUSTRASI. Kawasaki India rilis teaser motor terbaru, intip prediksinya


Reporter: Dyah Megasari, BBC |

BEIJING. Uni Eropa belum kapok melobi China untuk membantu permasalahan ekonomi kawasan. Presiden Uni Eropa Herman Van Rompuy dan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso rencananya akan menemui Perdana Menteri Wen Jiabao di Beijing hari ini.

Beberapa masalah juga akan dibicarakan seperti soal Suriah dan Iran, termasuk penolakan maskapai China membayar pajak Uni Eropa. Tetapi, topik utama yang akan dibahas adalah krisis keuangan di Eropa dan bagaimana China dapat membantu mengatasinya.

"Pembicaraan isu utang sangat genting dilakukan," ungkap juru bicara Menteri Luar Negeri Liu Weimin, Senin (13/2). Dua pemimpin Uni Eropa juga akan bertemu dengan Presiden Cina Hu Jintao pada Rabu (15/2).

Eropa berharap Beijing mau mengucurkan investasi dalam dana talangan untuk membantu negara yang terlilit utang. Meskipun kemarin, lembaga pendanaan milik pemerintah China yaitu CIC menolak masuk ke obligasi Eropa. CIC menyatakan hanya bank sentral yang mampu masuk ke pasar surat utang Eropa.

Kemarin (13/2) media Partai Komunis People's Daily juga memaparkan bahwa China berkepentingan untuk membantu Eropa dan mencoba mengurangi kekhawatiran investasi di Eropa.

Pertemuan Uni Eropa dan China dilakukan sehari setelah lembaga pemeringkat kredit Moody's, menurunkan peringkat bagi enam negara Eropa, termasuk Italia, Portugal dan Spanyol.

Lembaga itu juga menurunkan perkiraan kredit untuk Prancis, Inggris dan Austria.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×