Sumber: ABC News,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Belum selesai dunia memantau penyebaran hantavirus dari kapal pesiar MV Hondius, wabah baru kini muncul di kapal pesiar lain. Lebih dari 100 penumpang dan awak kapal Caribbean Princess dilaporkan jatuh sakit akibat norovirus, memicu kekhawatiran baru terhadap kesehatan dan keamanan perjalanan laut internasional.
Melansir ABC News, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), sejauh ini terdapat 102 penumpang dan 13 awak kapal yang mengalami gejala seperti diare dan muntah.
Wabah tersebut dilaporkan kepada CDC pada Kamis, saat kapal menjalani pelayaran dari 28 April hingga 11 Mei.
Saat ini kapal berada di Samudra Atlantik barat laut dan sedang menuju Puerto Plata di Republik Dominika, menurut data CruiseMapper. Kapal dijadwalkan tiba di Port Canaveral, Florida, pada 11 Mei.
Di atas kapal terdapat total 3.116 penumpang dan 1.131 awak kapal.
Sebagai respons terhadap wabah tersebut, pihak kapal meningkatkan prosedur pembersihan dan disinfeksi, mengisolasi penumpang yang sakit, serta mengambil sampel feses untuk pengujian laboratorium.
Dalam pernyataannya, Princess Cruises mengonfirmasi bahwa “sejumlah terbatas individu mengalami gangguan pencernaan ringan selama pelayaran Caribbean Princess yang berangkat dari Port Everglades pada 28 April.”
Perusahaan menambahkan bahwa seluruh area kapal segera didisinfeksi dan sanitasi tambahan diterapkan selama perjalanan berlangsung.
Baca Juga: Negara-Negara Dunia Kejar & Lacak Penumpang Kapal Pesiar Terdampak Wabah Hantavirus
Setibanya di Port Canaveral pada 11 Mei, kapal akan menjalani pembersihan dan disinfeksi menyeluruh sebelum berlayar kembali.
CDC menegaskan bahwa norovirus merupakan penyakit yang cukup umum di kapal pesiar dan tidak berkaitan dengan wabah hantavirus yang sedang terjadi di kapal MV Hondius.
Ini merupakan wabah penyakit gastrointestinal keempat yang dilaporkan di kapal pesiar sepanjang tahun ini menurut CDC.
Update Hantavirus
Melansir Reuters, negara-negara di seluruh dunia saat ini berupaya keras mencegah penyebaran lebih lanjut hantavirus, setelah muncul wabah di sebuah kapal pesiar. Upaya dilakukan dengan melacak penumpang yang telah turun dari kapal sebelum virus terdeteksi, serta siapa pun yang melakukan kontak dekat dengan mereka setelahnya.
Tiga orang, pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman, meninggal dunia dalam wabah di kapal MV Hondius. Secara total, lima orang dipastikan terinfeksi virus tersebut, sementara tiga lainnya diduga terpapar, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Hantavirus umumnya menyebar melalui hewan pengerat, tetapi dalam kasus yang jarang dapat menular antarmanusia. Seluruh penumpang yang turun di St. Helena, sebuah pulau di Samudra Atlantik Selatan tempat kapal singgah pada 24 April, telah dihubungi oleh operator kapal.
Mereka berasal dari sedikitnya 12 negara, termasuk tujuh warga Inggris dan enam warga Amerika Serikat. Kasus pertama yang dikonfirmasi dalam wabah ini muncul pada awal Mei.
Tonton: Prabowo Minta KSP Telusuri Dugaan Korupsi MBG, ICW: Sangat Terlambat
Bukan COVID
WHO kembali menegaskan bahwa risiko bagi masyarakat umum tergolong rendah, meskipun jenis virus Andes yang ditemukan pada beberapa korban diketahui dalam kasus langka dapat menular antarmanusia.
“Ini bukan coronavirus, ini virus yang sangat berbeda,” kata Maria Van Kerkhove, Direktur Penanganan Epidemi dan Pandemi WHO, dalam konferensi pers. “Situasinya tidak sama seperti yang kita hadapi enam tahun lalu.”
WHO menyatakan sedang menyusun panduan langkah demi langkah terkait penanganan puluhan penumpang yang masih berada di kapal, yang sedang menuju Kepulauan Canary dan diperkirakan tiba pada Sabtu atau Minggu. Setelah turun dari kapal, para penumpang akan melanjutkan perjalanan pulang ke negara masing-masing. Saat ini tidak ada penumpang yang menunjukkan gejala.
Tabel Perbandingan Kasus Hantavirus dan Norovirus di Kapal Pesiar
| Aspek | Hantavirus | Norovirus |
|---|---|---|
| Kapal | MV Hondius | Caribbean Princess |
| Dampak | 3 meninggal dunia | 115 orang sakit |
| Gejala Utama | Gangguan pernapasan | Muntah dan diare |
| Cara Penularan | Tikus & kontak dekat | Sangat mudah antar-manusia |
| Tingkat Bahaya | Tinggi | Umumnya ringan |
| Respons Global | Pelacakan lintas negara | Disinfeksi & isolasi |
| Negara Terlibat | 12 negara memantau | Fokus pada kapal dan CDC |
| Risiko Publik | Rendah menurut WHO | Rendah namun mudah menyebar |













