kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Bentukan perusahaan tambang terbesar dunia gagal


Selasa, 07 Oktober 2014 / 07:21 WIB
ILUSTRASI. Penuaan Dini


Sumber: Bloomberg | Editor: Sanny Cicilia

LONDON. Rio Tinto Group telah menolak tawaran merger dari Glencore Plc. Setelah itu, belum ada lagi antara dua perusahaan investasi pertambangan tersebut. 

"Manajemen Rio Tinto, setelah berkonsultasi dengan penasihat keuangan dan legal menyimpulkan, kombinasi tersebut bukanlah pilihan terbaik bagi pemegang saham Rio Tinto," kata manajemen Rio Tinto di London dalam pernyataan resminya. 

Glencore melayangkan ide merger sejak Juli lalu. Menurut sumber Bloomberg, CEO Glencore Ivan Glasenberg juga mendekati pemegang saham terbesar Rio yaitu Aluminium Corp of China Ltd beberapa pekan terakhir. Perusahaan BUMN China yang dikenal dengan nama Chinalco memegang 9,8% saham Rio. 

Apabila Rio, yang merupakan produsen bijih besi terbesar kedua dunia, menyetujui ide Glencore, kedua perusahaan tersebut bisa melebur menjadi perusahaan tambang terbesar dunia, dengan nilai perusahaan lebih dari US$ 160 miliar. Ini juga menjadi transaksi terbesar dunia, setelah aksi Rio mencaplok Alcan tahun 2008 senilai US$ 38 miliar.

Sekadar catatan, Glencore menjadi salah satu perusahaan perdagangan tambang mineral terbesar dunia setelah mengakuisisi Xstrata tahun lalu senilai US$ 29 miliar, untuk menambah portofolio di batubara, tembaga, dan zinc. CEO Ivan Glasenberg merupakan pemegang saham terbesar kedua di perusahaan ini dengan kepemilikan 8,3%. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×