kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Berkshire Akuisisi Taylor Morrison US$ 6,8 miliar, Perkuat Bisnis Perumahan di AS


Senin, 01 Juni 2026 / 22:46 WIB
Berkshire Akuisisi Taylor Morrison US$ 6,8 miliar, Perkuat Bisnis Perumahan di AS
ILUSTRASI. Pemegang saham Berkshire Hathaway Inc. (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - OMAHA. Berkshire Hathaway resmi mengakuisisi perusahaan pengembang perumahan Taylor Morrison Home Corp senilai US$ 6,8 miliar secara tunai.

Transaksi ini menjadi akuisisi besar pertama yang dilakukan Greg Abel sejak menggantikan Warren Buffett sebagai CEO Berkshire Hathaway.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Berkshire membayar US$ 72,50 per saham Taylor Morrison, atau sekitar 24% lebih tinggi dibanding harga penutupan saham perusahaan pada akhir pekan lalu.

Nilai perusahaan (enterprise value) Taylor Morrison dalam transaksi ini mencapai US$8,5 miliar.

Baca Juga: Mengenal Greg Abel, CEO Berkshire Hathaway yang Baru Saja Akuisisi Taylor Morrison

Pasar menyambut positif kabar tersebut. Saham Taylor Morrison melonjak lebih dari 22% pada perdagangan Senin setelah pengumuman akuisisi.

Langkah ini mempertegas ambisi Berkshire memperluas bisnis perumahan sekaligus memanfaatkan cadangan kas raksasanya yang mencapai US$380,2 miliar per akhir Maret 2026.

Akuisisi Taylor Morrison juga menjadi bagian dari upaya membangun platform bisnis perumahan yang lebih terintegrasi di Amerika Serikat.

Taylor Morrison saat ini beroperasi di 12 negara bagian AS, terutama di wilayah barat dan selatan, melalui merek Taylor Morrison, Esplanade, dan Yardly.

Perusahaan melayani berbagai segmen pasar, mulai dari rumah untuk pembeli pertama hingga hunian bergaya resor.

CEO Taylor Morrison, Sheryl Palmer, akan tetap memimpin perusahaan setelah transaksi rampung, yang ditargetkan selesai pada paruh kedua 2026 setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dan regulator. 

Berkshire sebelumnya telah memiliki Clayton Homes, produsen rumah prefabrikasi yang diakuisisi pada 2003.

Baca Juga: Berkshire Hathaway Kantongi Laba US$ 11,35 Miliar pada Kuartal I 2026

Greg Abel menilai penggabungan bisnis tersebut akan menciptakan platform pembangunan rumah yang lebih besar dan memudahkan masyarakat AS dalam memiliki hunian.

Analis UBS John Lovallo memperkirakan kombinasi Taylor Morrison dan Clayton Homes berpotensi melahirkan salah satu dari lima pengembang perumahan terbesar di Amerika Serikat.

Menurutnya, akuisisi ini juga menunjukkan kepercayaan Berkshire terhadap prospek jangka panjang sektor perumahan yang masih menghadapi kekurangan sekitar 7 juta unit rumah.

Selain Clayton Homes, Berkshire juga memiliki sejumlah bisnis yang terkait dengan sektor perumahan, mulai dari produsen batu bata Acme Brick, cat Benjamin Moore, insulasi Johns Manville, hingga salah satu jaringan broker properti residensial terbesar di AS.

Baca Juga: Kraft Heinz Didepak dari Daftar Anak Usaha Berkshire Hathaway Jelang Rugi US$5 Miliar

Akuisisi ini menambah tren konsolidasi di industri perumahan Amerika yang semakin menguat sepanjang 2026. Analis RBC Capital Markets Mike Dahl menilai pembelian Taylor Morrison akan semakin mendorong gelombang merger dan akuisisi di sektor tersebut.

Pada 2025, Taylor Morrison membukukan laba bersih US$782,5 juta dengan pendapatan mencapai US$8,12 miliar. Jika transaksi batal dalam kondisi tertentu, perusahaan diwajibkan membayar biaya pembatalan sebesar US$221,6 juta kepada Berkshire.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×