kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Bisa picu kanker, Johnson & Johnson didesak setop penjualan bedak bayi secara global


Kamis, 09 Juli 2020 / 05:10 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

J&J telah menghadapi pengawasan ketat terhadap keamanan bedak bayinya setelah laporan investigasi oleh Reuters pada tahun 2018 menemukan bahwa perusahaan selama beberapa dekade mengetahui ada asbes yang bersembunyi di produk bedaknya.

Baca Juga: Saham anjlok akibat isu kesehatan, Johnson&Johnson akan buyback saham Rp 72 triliun

Mengingatkan saja, produsen pembuat obat asal AS ini menghadapi ribuan tuntutan hukum dari konsumen dan para penyintas mereka yang mengklaim produk bedaknya menyebabkan kanker karena kontaminasi dengan asbes.

Baca Juga: Kapitalisasi pasar J & J lenyap Rp 580 triliun gara-gara kasus bedak bayi

Perusahaan mengatakan pada bulan Mei bahwa keputusannya untuk menghentikan produksi Baby Powder berbasis bedak di Amerika Utara tidak terkait ke salah satu investigasi tersebut.




TERBARU

[X]
×