CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

Bisa picu kanker, Johnson & Johnson didesak setop penjualan bedak bayi secara global


Kamis, 09 Juli 2020 / 05:10 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

J&J telah menghadapi pengawasan ketat terhadap keamanan bedak bayinya setelah laporan investigasi oleh Reuters pada tahun 2018 menemukan bahwa perusahaan selama beberapa dekade mengetahui ada asbes yang bersembunyi di produk bedaknya.

Baca Juga: Saham anjlok akibat isu kesehatan, Johnson&Johnson akan buyback saham Rp 72 triliun

Mengingatkan saja, produsen pembuat obat asal AS ini menghadapi ribuan tuntutan hukum dari konsumen dan para penyintas mereka yang mengklaim produk bedaknya menyebabkan kanker karena kontaminasi dengan asbes.

Baca Juga: Kapitalisasi pasar J & J lenyap Rp 580 triliun gara-gara kasus bedak bayi

Perusahaan mengatakan pada bulan Mei bahwa keputusannya untuk menghentikan produksi Baby Powder berbasis bedak di Amerika Utara tidak terkait ke salah satu investigasi tersebut.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×