kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Bisnis makin berantakan, Boeing bakal lakukan PHK besar-besaran


Rabu, 27 Mei 2020 / 10:55 WIB
Bisnis makin berantakan, Boeing bakal lakukan PHK besar-besaran
ILUSTRASI. Pesawat Boeing 737 MAX. Boeing bakal lakukan PHK besar-besaran. REUTERS/Lindsey Wasson TPX IMAGES OF THE DAY

Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Boeing Co diperkirakan akan mengumumkan pemangkasan pekerja pada minggu ini setelah mengungkapkan bulan lalu bahwa pihaknya merencanakan untuk mengurangi 10% dari seluruh tenaga kerja di seluruh dunia.

Dilansir dari Reuters, seorang jurubicara Serikat Pekerja Masyarakat Teknik Profesional di Aerospace (SPEEA) yang mewakili 17.600 karyawan Boeing mengatakan bahwa perusahaan tersebut memberitahu serikat pekerja bahwa mereka akan menerima pemberitahuan PHK pada hari Jumat.

Baca Juga: Trump akan ambil tindakan soal Hong Kong pada minggu ini

Namun Boeing menolak untuk berkomentar.

Pada bulan April, Kepala Eksekutif Boeing Dave Calhoun mengatakan perusahaan telah mulai mengambil tindakan untuk menurunkan jumlah karyawan sekitar 10% melalui kombinasi sejumlah skema PHK.

"Boeing perlu melakukan pengurangan yang lebih dalam di area yang paling terpapar dengan kondisi pelanggan komersial kami," kata dia.

Puget Sound Business Journal melaporkan sebelumnya bahwa Boeing berencana untuk mem-PHK ribuan pekerja. Seorang pejabat serikat mengkonfirmasi laporan surat kabar bahwa Boeing telah mengatakan kepada para pemimpin serikat pekerja soal pemangkasan pekerja ini. 

Termasuk kalangan insinyur dan pekerja teknis di Negara Bagian Washington dan California selatan.

Baca Juga: Makin panas, China ancam pembalasan bila AS jatuhkan sanksi soal Hong Kong

Boeing sedang berjuang karena sektor penerbangan dunia telah diguncang oleh penurunan permintaan perjalanan dari pandemi coronavirus.

Pada bulan April, Boeing mencatat nol pesanan untuk kedua kalinya tahun ini dan pelanggan membatalkan 108 pesanan untuk pesawat 737 MAX. Wabah ini memperburuk krisis setelah dua kecelakaan fatal yang menyebabkan grounded 737 MAX pada Maret 2019. 


Tag


TERBARU

[X]
×