Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Perusahaan energi dan konglomerat asal India, Reliance Industries, mengumumkan telah menandatangani perjanjian mengikat dengan Samsung C&T, afiliasi dari Samsung Group asal Korea Selatan, untuk memasok amonia hijau selama 15 tahun. Nilai kesepakatan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari US$ 3 miliar.
Dalam keterbukaan informasi pada Senin (16/3/2026), Reliance menyatakan pengiriman amonia hijau akan mulai dilakukan pada paruh kedua tahun fiskal 2029.
Kesepakatan ini disebut sebagai salah satu perjanjian pembelian jangka panjang amonia hijau terbesar di dunia. Permintaan terhadap bahan bakar rendah karbon seperti hidrogen dan amonia terus meningkat, terutama di negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan yang ingin mengurangi emisi dari sektor industri dan pembangkit listrik.
Baca Juga: Chelsea Didenda Rp 204 Miliar, Larangan Transfer Pemain Utama Satu Tahun
Reliance mengaku perusahaan sedang membangun ekosistem manufaktur energi bersih, yang mencakup produksi modul surya, sistem penyimpanan energi baterai, serta elektroliser untuk produksi hidrogen.
Amonia hijau merupakan bahan bakar rendah karbon yang diproduksi dengan menggabungkan nitrogen dan hidrogen yang dihasilkan menggunakan listrik dari energi terbarukan. Selain digunakan sebagai bahan bakar, amonia hijau juga dianggap sebagai cara efisien untuk menyimpan dan mengangkut hidrogen.
Menurut Reliance, kemitraan seperti kerja sama dengan Samsung C&T akan membantu mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen hijau dan fasilitas manufaktur energi bersih milik perusahaan.
Sebelumnya pada 2021, Reliance mengumumkan rencana investasi sebesar US$ 10 miliar di sektor energi terbarukan, hidrogen, dan penyimpanan baterai. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas bisnisnya di luar sektor tradisional minyak dan bahan kimia.













