Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
Dampak serangan Houthi sebelumnya
Setelah serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023 dan operasi militer Israel di Gaza, Houthi mulai menyerang kapal-kapal di Laut Merah dengan alasan mendukung Palestina.
Serangan tersebut memaksa perusahaan pelayaran besar seperti Maersk dan Hapag-Lloyd mengalihkan rute kapal mengitari Tanjung Harapan di Afrika, yang jauh lebih panjang dan mahal.
Lalu lintas melalui Terusan Suez hingga kini belum sepenuhnya pulih.
Data Otoritas Terusan Suez menunjukkan, volume pelayaran sepanjang 2025 masih sekitar 52% lebih rendah dibandingkan 2023 dan menjadi yang terendah dalam sedikitnya 50 tahun terakhir.
Amerika Serikat kemudian memimpin operasi militer internasional untuk mengamankan jalur pelayaran di Laut Merah melalui serangan terhadap target-target Houthi serta pencegatan ratusan rudal dan drone.
Serangan Houthi baru benar-benar mereda setelah tercapainya gencatan senjata di Gaza pada Oktober tahun lalu.
Pada bulan lalu, Houthi sempat mengancam akan melarang kapal yang memiliki hubungan dengan Israel melintasi Laut Merah, namun ancaman tersebut tidak pernah direalisasikan.
Seiring membaiknya situasi keamanan, sejumlah perusahaan pelayaran, termasuk Maersk dan Hapag-Lloyd, mulai kembali membuka sebagian rute melalui Laut Merah.
Baca Juga: Hamas Tunjuk Khalil Al-Hayya sebagai Pemimpin Baru Gantikan Yahya Sinwar
Peran Houthi dalam konflik Iran-AS
Berbeda dengan Hizbullah dan kelompok milisi Irak yang sejak awal aktif mendukung Iran melalui serangan roket dan drone, keterlibatan Houthi dalam perang Iran-AS relatif terbatas.
Pemimpin Houthi Abdul Malik al-Houthi pada Maret lalu menyatakan kelompoknya siap bertindak sewaktu-waktu apabila situasi mengharuskannya.
Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Esmaeil Qaani, juga pernah memperingatkan bahwa Houthi dapat menutup jalur Laut Merah.
Kini, ancaman tersebut tampaknya mulai diwujudkan melalui pengumuman blokade terhadap Arab Saudi.
Baca Juga: Serangan Iran-AS Meluas, Pelayaran Teluk dan Pasokan Air Terancam
Apabila Bab el-Mandeb benar-benar terganggu, pasar energi global berpotensi menghadapi tekanan baru karena dua jalur ekspor minyak utama Timur Tengah akan mengalami gangguan secara bersamaan.
Kondisi ini dapat mempersempit pasokan minyak dunia dan kembali mendorong kenaikan harga energi global.












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
