Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.475
  • EMAS663.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Bos Huawei: Kami dan Kanada hanyalah korban kebuntuan teknologi antara AS dan China

Jumat, 15 Maret 2019 / 15:11 WIB

Bos Huawei: Kami dan Kanada hanyalah korban kebuntuan teknologi antara AS dan China
ILUSTRASI. Huawei Technologies

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pendiri Huawei Ren Zhengfei menyebut negaranya dan Kanada adalah korban dari kebuntuan teknologi antara Washington dan Beijing. Ia menyoroti hubungan buruk antara China dan Kanada pada saat ini.

Seperti diketahui, anak perempuan Ren Zhengfei yang juga merupakan salah satu Huawei Sabrina Meng Wanzhou ditangkap di Vancouver pada bulan Desember atas permintaan pemerintah AS. 


Penangkapan Meng segera diikuti oleh penahanan dua orang Kanada di China atas tuduhan spionase. Suatu tindakan yang secara luas dianggap sebagai pembalasan oleh Beijing.

“Meng Wanzhou tidak melakukan kejahatan. Dia tidak melanggar aturan Kanada, dan saya pikir Kanada dan Huawei adalah korban karena kasus ini menyakiti orang-orang di kedua negara, dan hubungan bilateral juga mengalami kemunduran,” kata Ren seperti dikutip South China Morning Post.

Ren mengatakan kasus terhadap putrinya seharusnya tidak mempengaruhi hubungan Kanada dengan Huawei. "Kami tidak akan mengurangi investasi kami di Kanada karena hal ini," katanya. 

"Meng Wanzhou adalah kasus individual, dan saya tidak berpikir itu akan mempengaruhi hubungan Kanada dengan Huawei," ungkapnya.

Meski begitu, Ren mendukung upaya putrinya terhadap otoritas Kanada yang menuduh bahwa hak konstitusionalnya telah dilanggar akibat penahanannya tersebut.

Berbeda dengan Ren yang lebih kalem, belakangan China malah lebih keras terhadap kasus ini. Sebelumnya Pejabat China menyerang keputusan Kanada yang menilai langkah ekstradisi Meng sebagai tindakan yang bermotivasi politik.

Lu Shaye, Duta Besar Tiongkok untuk Kanada memperingatkan adanya akibat yang bakal dirasakan jika Kanada melarang Huawei dari proyek jaringan 5G di negara Amerika Utara tersebut.


Sumber : South China Morning Post
Editor: Tendi
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0498 || diagnostic_web = 0.3129

Close [X]
×