kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Brasil jadi negara kedua dengan angka kematian Covid-19 melampaui 400.000 jiwa


Jumat, 30 April 2021 / 06:24 WIB
ILUSTRASI. Warga berjalan melewati sebuah grafiti di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Rio de Janeiro, Brasil. REUTERS/Pilar Olivares


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Menurut Diego Xavier, seorang peneliti di lembaga kesehatan pemerintah Fiocruz, peluncuran vaksin, dengan hanya sekitar 13% orang yang menerima satu suntikan hingga saat ini, belum cukup untuk menahan penyebaran tanpa batasan sosial.

Xavier juga memperkirakan, lebih dari 2.000 kematian per hari akan menjadi normal tanpa percepatan besar dalam vaksinasi, seperti yang terlihat di negara-negara seperti Amerika Serikat.

Terkait dengan tingginya jumlah korban yang tewas, para ahli mengatakan itu merupakan kegagalan pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro dalam melancarkan tanggapan yang cukup kuat terhadap pandemi.

"Angka 400.000 kematian ini terutama karena ketidakmampuan manajerial pemerintah ini, yang dipimpin oleh presiden," kata Jamal Suleiman, seorang dokter di Institut Infeksi Emilio Ribas kepada Reuters.

Baca Juga: Vaksin Sputnik V dari Rusia disebut ampuh mengatasi varian virus corona India

Bolsonaro telah meremehkan tingkat keparahan virus sejak awal, menentang tindakan penguncian yang ketat, gagal mendukung penggunaan masker dan baru-baru ini menggunakan vaksin.

Bolsonaro menegaskan bahwa Brasil harus kembali menjalani bisnis seperti biasa, dengan alasan bahwa kesulitan ekonomi bagi warga Brasil sama buruknya dengan pandemi itu sendiri.

Pada minggu ini, Senat Brasil meluncurkan komite khusus yang menyelidiki kemungkinan kesalahan dalam respons pandemi pemerintah. Mereka berjanji untuk memanggil pejabat tinggi dan mantan pejabat tinggi di pemerintahan Bolsonaro untuk bersaksi.

Selanjutnya: Penanganan Covid-19 Membaik, Jangan Sampai Ada Lonjakan Gegara Mudik




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×