Brazil Bakal Beli Solar Rusia dengan Harga Murah

Selasa, 12 Juli 2022 | 06:27 WIB Sumber: Reuters
Brazil Bakal Beli Solar Rusia dengan Harga Murah

ILUSTRASI. Presiden Brazil Jair Bolsonaro mengatakan pihaknya hampir mencapai kesepakatan dengan Moskow untuk membeli solar dengan harga murah. REUTERS/Adriano Machado 

KONTAN.CO.ID - BRASILIA. Pada Senin (11/7/2022), Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan pihaknya hampir mencapai kesepakatan dengan Moskow untuk membeli solar dengan harga yang jauh lebih murah dari Rusia.

Hal ini merupakan manfaat nyata terbaru dari hubungan persahabatannya dengan Presiden Vladimir Putin.

Mengutip Reuters, Bolsonaro, mantan kapten tentara sayap kanan, tidak memberikan rincian lebih lanjut. 

Baik kantor Bolsonaro, maupun Kementerian Pertambangan dan Energi Brasil tidak segera menanggapi permintaan komentar yang diajukan Reuters.

"Masuk akal dan pada akhirnya bisa terjadi," kata seorang pejabat senior Kementerian Ekonomi yang tidak mau disebutkan namanya, menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Seorang pejabat senior dari perusahaan minyak milik negara Petroleo Brasileiro SA, atau Petrobras, yang memasok sebagian besar bahan bakar ke pasar domestik, mengatakan kepada Reuters bahwa gagasan itu tidak mengejutkan tetapi menimbulkan kekhawatiran. Sayang, ia tidak merinci lebih jauh mengenai pernyataannya itu.

Harga bahan bakar yang tinggi telah merusak harapan terpilihnya kembali Bolsonaro menjelang pemungutan suara Oktober. Kondisi tersebut bahkan membuatnya tertinggal dalam jajak pendapat dibanding mantan pemimpin sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva.

Tidak segera jelas bagaimana Brasil akan membeli solar Rusia tanpa menghadapi sanksi Barat, yang dikenakan pada Moskow atas invasinya ke Ukraina.

Bolsonaro mengabaikan permintaan AS dan bertemu dengan Putin hanya beberapa hari sebelum pecahnya perang. 

Sejak saat itu, dia  mengatakan hubungannya dengan pemimpin Rusia telah memungkinkan Brasil untuk mempertahankan akses ke pupuk yang sangat penting bagi sektor agribisnis yang luas di negara itu.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru