kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

BRICS Belum Mampu Kurangi Ketergantungan Global atas Dolar, Posisi Si Hijau Aman


Rabu, 26 Juni 2024 / 10:03 WIB
ILUSTRASI. Riset terbaru menunjukkan, dolar AS tetap menjadi mata uang cadangan utama dunia. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Laporan tersebut mencatat bahwa China secara aktif mendukung likuiditas renminbi melalui jalur swap dengan mitra dagangnya. Hanya saja, porsi renminbi dalam cadangan mata uang asing global turun menjadi 2,3% dari puncaknya sebesar 2,8% pada tahun 2022.

“Hal ini mungkin terjadi karena kekhawatiran para manajer cadangan devisa terhadap perekonomian China, sikap Beijing terhadap perang Rusia-Ukraina, dan potensi invasi China ke Taiwan yang berkontribusi terhadap persepsi renminbi sebagai mata uang cadangan yang berisiko secara geopolitik,” kata laporan itu.

Euro, yang pernah dianggap sebagai pesaing peran internasional dolar, juga melemah sebagai mata uang alternatif. Dan, berdasarkan laporan yang sama, mereka yang ingin mengurangi eksposur risiko beralih ke emas.

Baca Juga: Pemerintahan Biden Umumkan Sanksi Baru Terhadap Rusia Menjelang KTT G7

Dikatakan bahwa sanksi Rusia telah memperjelas kepada sejumlah negara bahwa euro memiliki risiko geopolitik yang serupa dengan dolar. 

Kekhawatiran seputar stabilitas makroekonomi, konsolidasi fiskal, dan kurangnya kesatuan pasar modal Eropa juga merugikan peran euro di kancah global.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×