kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bukan cuma CPO, India bakal perluas pembatasan impor dari Malaysia


Kamis, 16 Januari 2020 / 16:44 WIB
ILUSTRASI. Pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di perkebunan Felda Sungai Tengi Selatan, Sungai Tengi, 100 km Utara Kuala Lumpur, Malaysia, 22 Juni 2012.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Pada Selasa (14/1), Mahathir mengatakan, Malaysia prihatin dengan pembatasan minyak kelapa sawit oleh India. Meski begitu, ia akan terus menentang "hal-hal yang salah" bahkan jika itu merugikan negaranya secara finansial.

Tapi, Menteri Perindustrian Malaysia Teresa Kok, Kamis (16/1), mengatakan, ia sudah melakukan pembicaraan dengan sejumlah pejbat India untuk menyelesaikan masalah pembatasan impor tersebut.

"Tahun ini, kami melihat lebih banyak tantangan di beberapa pasar utama kami," kata Kok kepada wartawan seperti dilansir Reuters, yang merujuk kepada pembatasan impor minyak sawit oleh India.

Baca Juga: Gara-gara pernyataan Mahathir, India setop impor CPO dari Malaysia

Kok bilang, salah satu pejabat India yang sudah dia hubungi adalah duta besar India untuk Malaysia. "Penting bagi kami untuk terlibat lebih jauh dengan mereka melalui saluran diplomatik dan pemangku kepentingan," ujarnya.

Hanya, ada kabar baik bagi Malaysia. Menteri Pertanian Bangladesh mengatakan kepada Reuters, negaranya siap untuk membeli lebih banyak minyak sawit dari Malaysia jika menawarkan harga yang bersaing.




TERBARU

[X]
×