kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bukan cuma CPO, India bakal perluas pembatasan impor dari Malaysia


Kamis, 16 Januari 2020 / 16:44 WIB
ILUSTRASI. Pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di perkebunan Felda Sungai Tengi Selatan, Sungai Tengi, 100 km Utara Kuala Lumpur, Malaysia, 22 Juni 2012.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Hubungan antara India dan Malaysia semakin memanas. Negeri Gangga berencana memperluas pembatasan impor dari negeri jiran, bukan cuma minyak kelapa sawit, tapi juga minyak, gas, dan produk lainnya.

Dua pejabat Pemerintah India yang menolak namanya ditulis mengatakan kepada Reuters, Rabu (15/1), New Delhi kini berencana membatasi pembelian minyak bumi, aluminium batangan, gas alam cair, komponen komputer, dan mikroprosesor dari Malaysia

"Pemerintah kami belum menerima permintaan maaf dari Malaysia, dan kami akan membatasi perdagangan dari mereka," kata salah satu pejabat Pemerintah India.

Baca Juga: Asosiasi industri desak Pemerintah India benar-benar batasi impor CPO

Ketegangan antara India dan Malaysia, penghasil dan pengekspor minyak sawit terbesar kedua di dunia setelah Indonesia, semakin meningkat, setelah Perdana Menteri Mahathir mengkritik undang-undang kewarganegaraan baru India.

Sebelumnya, saat berpidato di Sidang ke-74 Majelis Umum PBB di New Yor, Amerika Serikat pada September 2019 lalu, perdana menteri berusia 94 tahun ini menuduh India "menyerang dan menduduki" Kashmir.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×